Bawa Sajam, Penumpang Ojek Online Diamankan Petugas Polsek Wirobrajan
Hukum & Kriminal

Bawa Sajam, Penumpang Ojek Online Diamankan Petugas Polsek Wirobrajan

Wirobrajan,(jogja.sorot.co)--Seorang penumpang ojek online (ojol) berinisial R (23), warga asal Kabupaten Kampar, Propinsi Riau, terpaksa harus diamankan di Mapolsek Wirobrajan, Kamis (9/8) malam. Pasalnya, pemuda ini kedapatan membawa senjata tajam jenis parang sat dilakukan operasi cipta kondisi oleh pihak kepolisian.

Kapolsek Wirobrajan Kompol Sugiyanta, menjelaskan, pihaknya menggelar operasi cipta kondisi di Jalan Kapten Pierre Tendean Yogyakarta, guna menekan angka kriminalitas dan tindak pidana curanmor yang saat ini marak terjadi. Selain itu operasi wilayah ini juga bertujuan untuk merazia warga pengguna minuman keras dan narkoba yang sering sekali memicu terjadianya tindak kriminalitas.

Dalam operasi itu salah satu penumpang ojek berinisial R kita dapati membawa senjata tajam jenis parang sepanjang 38 sentimeter. Senjata dibungkus handuk kecil warna putih yang dimasukkan dalam tas punggung,” jelas Kapolsek, Jumat (10/8/2018).

Dalam razia tersebut, petugas melakukan pemeriksaan surat-surat kelengkapan sepeda motor seperti surat izin mengemudi (SIM) maupun surat tanda nomor kendaraan (STNK). Selain itu, petugas juga memeriksa barang-barang bawaan warga yang melintas di Jalan Kapten Pierre Tendean. 

Kita lakukan pemeriksaan barang bawaan karena untuk mengantisipasi aksi kejahatan, sehingga sasaran kita di antaranya sajam narkoba, miras, dan barang berbahaya lainnya,” terangnya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku R mengaku baru tiba dari Kampar, Propinsi Riau, untuk berkunjung ke rumah saudaranya, Nilam, di Dusun Bungsing RT 01, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Bantul. Ia bermaksud meminta bantuan kepada keluarga di Bantul untuk mencari ayah kandungnya yang sudah lama berpisah.

Kepada petugas pelaku mengaku sengaja membawa senjata tersebut untuk berjaga-jaga jika ada orang ingin berbuat berbuat. Meski demikian, petugas memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Pelaku dinilai melanggar pasal 2 ayat (1) Undang Undang Darurat No. 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara.