Tolak Penambangan Pasir Dengan Alat Berat, Warga Banaran Geruduk DPRD DIY
Peristiwa

Tolak Penambangan Pasir Dengan Alat Berat, Warga Banaran Geruduk DPRD DIY

Gedongtengen,(jogja.sorot.co)--Ratusan warga Dusun Jati, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo mendatangi Gedung DPRD DIY, Rabu (12/9/2018). Kedatangan mereka guna untuk mengadu kepada pimpinan Dewan terkait dengan adanya penambangan pasir menggunakan alat-alat berat yang dilakukan oleh 4 perusahaan tambang.

Koordinator Umum Aksi Thomas Nur Ana Edi Dharma mengatakan bahwa akibat adanya penambangan pasir dengan alat tersebut telah membunuh aktivitas para penambang pasir tradisional. Sedangkan para penambang pasir tradisional hanya menggantungkan nafkah hidupnya dari bekerja mencari pasir dalam skala kecil di sekitar Sungai Progo.

"Awalnya pertambangan tersebut mengantongi izin, namun praktiknya telah melampaui batas kewenangan izinnya. Karena mereka melakukan penambangan di daerah lain yakni seperti di Dusun Jati, Desa Banaran, Kecamatan Galur," ujarnya saat ditemui di sela-sela aksi.

Akibat penambangan itu, masyarakat merasakan dampak buruk yaitu mulai dari sumber mata air kering, abrasi dan lahan pertanian yang menjadi kurang produktif. Sedangkan pemerintah daerah selaku pemangku kekuasaan masih acuh terhadap persoalan tersebut. Sebalumnya, warga telah mengajukan surat permohonan audiensi ke DPRD DIY pada Kamis 23 Agustus 2018. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan untuk duduk bersama-sama dengan warga untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

"Kami menuntut agar DPRD DIY mencabut izin penambangan pasir," ucapnya.

Warga menganggap, aktivitas penambangan pasir dengan menggunakan alat berat dapat mengakibatkan kerusakan dan kelestarian alam. Sehingga dengan pencabutan izin tersebut secara tidak langsung mengurangi kerusakan alam yang disebabkan penambangan dalam skala besar dengan alat berat.