Tiga Prajurit TNI Terima Penghargaan Presiden
Peristiwa

Tiga Prajurit TNI Terima Penghargaan Presiden

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Tentara Nasional Indonesia (TNI) lintas angkatan menggelar upacara HUT TNI ke-73 di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Titik Nol Yogyakarta, Jumat (5/10/2018). Pada kesempatan itu pula, tiga prajurit TNI mendapatkan penghargaan dari Presiden Joko Widodo.

Peringatan HUT TNI kali ini disajikan berbeda dengan peringatan tahun sebelumnya. Tahun ini, HUT TNI diawali dengan pawai bendera yang melewati sejumlah kota-kota besar di Indonesia, layaknya pawai obor Asian Games yang singgah di beberapa daerah. Pada upacara Jumat pagi itu, tiga prajurit menerima penghargaan atas kesetiaan mengabdi, yaitu Satya Lencana Kesetiaan VIII Tahun, XVI Tahun, serta XXIV Tahun.

Adapun penerima penghargaan diantaranya Letda Inf Edy Widodo yang bertugas sebagai Dantin SLT Denma Korem 072/Pamungkas. Letda Inf Edy Widodo menerima Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun. Kemudian Serda Marinir Jarlan, Pengamat 2 Kosal Lanal Yogyakarta menerima Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun. Terakhir Prajurit Kepala Prasetyo Ari Wibowo yang bertugas di Lanud Adisutjipto, mendapat Satya Lencana Kesetiaan VIII Tahun.

Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsekal Muda TNI Sri Mulyo Handoko  didaulat sebagai inspektur upacara yang membacakan sambutan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahyanto. Dalam amanatnya disampaikan, peringatan HUT TNI kali ini dilaksanakan dalam suasana berduka dengan adanya gempa bumi yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Bencana itu meliputi gempa di Lombok, Palu, Donggala dan Sigi.

"Kami bahu membahu bekerja sekuat tenaga dengan mengirimkan personel serta Alutsistanya," papar Panglima TNI yang dibacakan Gubernur AAU.

Upacara peringatan HUT TNI tersebut selain Parade, juga dilaksanakan defile pasukan upacara, kirab budaya dan defile kendaraan tempur dengan menampilkan alutsista TNI AD, TNI AU dan TNI AL. Sebelum pelaksanaan defile acara dilaksanakan pemotongan tumpeng oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan diserahkan kepada perwakilan elemen masyarakat.