Survei Sebut Kota Jogja Masih Dipercaya Sebagai Kota Tujuan Kuliah
Sosial

Survei Sebut Kota Jogja Masih Dipercaya Sebagai Kota Tujuan Kuliah

Jogja,(jjogja.sorot.co)--Predikat kota pelajar dinilai masih layak disandang Kota Yogyakarta, meski terdapat banyak dinamika sosial yang berkembang. Kota yang dikenal dengan keramahan warganya ini, hingga kini masih menjadi tujuan banyak orang untuk menuntut ilmu atau menempuh pendidikan baik menengah hingga perguruan tinggi.

Dari jajak pendapat yang dilakukan Mamikos, diperoleh sejumlah data mulai dari pilihan tinggal kuliah, kebiasaan dan aktivitas mahasiswa baik di kampus maupun pilihan tempat kos, hingga mahasiswa yang bersangkutan memilih Yogyakarta sebagai kota tujuan pendidikan. Yogyakarta dianggap menjadi barometer pendidikan karena memiliki kampus-kampus yang dianggap berkualitas baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.

Jajak pendapat dilakukan terhadap responden mahasiswa yang kuliah di kota Yogyakarta, berusia 16 hingga 25 tahun. Jajak pendapat ini juga menjadi tolok ukur bagaimana mahasiswa baru mendapatkan kesempatan yang sama terutama dalam memulai kehidupan baru mereka di perkuliahan. Sarana tempat tinggal menjadi sangat penting terutama mendapatkan kos-kosan yang pas dan sesuai harapan.

Kota Yogyakarta juga masih menjadi magnet bagi orang luar daerah. Persepsi ‘Jogja merupakan Kota Pelajar’ menjadi alasan paling kuat bagi 28 persen responden, didukung dengan faktor penduduk Yogyakarta yang dikenal ramah. Sedangkan, sebanyak 15 persen memilih Jogja karena dianggap nyaman dan merupakan miniatur Indonesia sekaligus rumah bersama,” ujar Humas Mamikos, Sri Mona, dalam siaran persnya, Rabu (10/10/2018).

Ia menambahkan, sebanyak 14 persen responden menyatakan di kota Jogja juga terdapat kampus-kampus terbaik di tanah air. Sedangkan sebanyak 10 persen responden menyatakan biaya hidup di Jogja dinilai sangat murah. Sebagian mahasiswa menjawab bahwa tujuan mereka kuliah adalah untuk mencari relasi sebesar 66 persen dan untuk teman yakni sebesar 64 persen. Dua hal penting setelah mencari ilmu yang dipilih mahasiswa sebesar 98 persen. 

Untuk lokasi tinggal sementara atau kos sebanyak 98 persen mahasiswa baru akan memilih tinggal di lingkungan kos-kosan yang tidak jauh dari kampus. Hal itu dipilih karena pertimbangan mereka untuk menentukan waktu tempuh ke kampus. Jarak kost yang banyak dipilih mahasiswa ini tersebar di range kurang dari 5 kilometer, hingga di bawah 15 kilometer. Sementara terdapat mahasiswa yang memilih jauh dari lingkungan kampus karena memiliki kendaraan pribadi serta ingin suasana berbeda.

Sementara itu, ada 88 persen yang memilih faktor kemudahan dalam mencari tempat makan, 52 persen dekat dengan tempat ibadah. Sebanyak 49 persen memilih dekat dengan sarana dan prasarana seperti warnet dan hanya 11 persen memilih kost yang dekat titik atau spot untuk hang-out seperti kafe, sementara 5 persen sisanya memilih kost dekat mall.

Untuk kos kosan dipilih yang memiliki pengawasan dari pemilik kos dan ada pemisahan untuk kost laki-laki dan perempuan,” terangnya.

Sedangkan dari sisi aktivitas, sebagian besar mahasiswa menggunakan waktu untuk kegiatan belajar sekitar 5-7 jam dan kegiatan organisasi, aktivitas UKM, serta kegiatan lain di luar kampus untuk.mengerjakan tugas sekitar 1-3 jam per hari. Sementara sebagian mahasiswa memiliki kegiatan untuk rileks dan hangout sekitar 1-3 jam.

Sebanyak 74 persen dari responden berharap setelah lulus bisa langsung bekerja dan 15 persen melanjutkan ke jenjang S2 serta 3 persen ingin kembali ke kampung halaman.

Untuk mensikapi masa kuliah, setiap mahasiswa harus menentukan pilihan dari saat ia mulai mencari kos kosan atau tempat tinggal sementara. Jadi, strategi menghadapi masa kuliah secara real harus dimulai dari tempat tinggal untuk menentukan langkah berikutnya. Semacam titik start saat mahasiswa sudah dapat kampus,” tandasnya. (pur)