Konflik Warga Penghuni Mess TNI AD dan Korem Pamungkas Masuk Tahap Mediasi
Hukum & Kriminal

Konflik Warga Penghuni Mess TNI AD dan Korem Pamungkas Masuk Tahap Mediasi

Ngampilan,(jogja.sorot.co)--Kasus gugatan warga penghuni Mess TNI AD Pathuk Dipoyudan, Kecamatan Ngampilan, atas pengosongan rumah oleh personel TNI dari Korem 072/Pamungkas terus bergulir di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Pasalnya warga yang berada di wilayah tersebut merasa tidak nyaman dengan arogansi dan sikap otoriter petugas saat melayangkan surat peringatan.

Warga menilai seolah-olah surat peringatan yang dibuat pihak Korem terkesan dipaksakan. Karena menurut pengakuan salah seorang warga yang juga menerima surat peringatan, Nilawati Agus Setyaningsihbahwa surat peringatan yang ditujukan ke warga untuk mengosongkan rumahnya tidak ditembuskan ke instansi-instansi terkait.

"RW, kecamatan tidak tahu. Gubernur juga tidak ada terkesan sekedar membuat surat tidak sesuai peraturan," jelas Nilawati dihubungi Kamis (25/10/2018).

Warga akhirnya menggugat pihak Korem dengan materi gugatan perbuatan melawan hukum terkait pemberian SP. Namun pada sidang pertama kali sebelum adanya pengosongan rumah pada Selasa (16/10) pihak tergugat tidak hadir dalam persidangan. 

Tindakan eksekusi pengosongan rumah pada Selasa (16/10) lalu dinilai warga bahwa pihak tergugat tidak menaati proses hukum. Padahal pula di tanggal tersebut tepat sidang kedua akan dilaksanakan.

Pada sidang ketiga pada Rabu (24/10) kemarin, akhirnya pihak tergugat hadir dalam persidangan. Dikatakan oleh kuasa hukum penggugat, Kuswandi, agenda sidang pada hari itu adalah menunjuk mediator.

"Sidang pertama, menunjuk mediator. Sidang dilanjutkan minggu depan untuk mediasi," kata Kuswandi.

Tepat sebulan lalu gugatan dilayangkan warga. Oleh karenanya di saat proses hukum masih berjalan warga berharap agar kedua blah pihak antara tergugat dan penggugat menghormati proses hukum.

"Keputusannya saat penunjukan mediator, mediatornya dari internal Pengadilan Negeri Yogyakarta," tutup Kuswandi.