Derita Penghuni Mess TNI AD Pathuk Usai Pengosongan Paksa oleh Anggota Korem Pamungkas
Sosial

Derita Penghuni Mess TNI AD Pathuk Usai Pengosongan Paksa oleh Anggota Korem Pamungkas

Ngampilan,(jogja.sorot.co)--Perasaan heran dan tidak percaya masih berkecamuk di pikiran Subiantoro (59), salah seorang penghuni Mess TNI AD Pathuk, Dipoyudan, Kecamatan Ngampilan. Rumah yang selama ini ia huni dengan tiba-tiba dikosongkan oleh personel TNI dari Korem 072/Pamungkas Yogyakarta dada Selasa (16/10) lalu.

Ia merasa tak habis pikir, kendati ia telah telah mengantongi bukti sebagai pemilik berupa kekancingan magersari sekaligus menjadi juru kunci yang mendapat mandat dari Keraton, namun bukti otentik tersebut nyatanya tak mampu menyelamatkan rumahnya dari upaya pengosongan.

Saya punya bukti double, saya juga menerima gaji menjadi juru kunci,” kata Subiantoro, ditemui Kamis (25/10).

Dengan alasan sudah membeirkan surat peringatan hingag empat kali, personel TNI Korem Pamungkas tetap mengosongkan rumah yang ia tempati. Bahkan, ketika eksekusi dilakukan, Subiantoro mengaku masih setengah sadar karena ia baru terbangun dari tidur sekitar pukul 05.00 WIB. 

Saat itu, ia mendengar suara gebrakan dari pintu depan, dan saat itu juga istri Subiantoro keluar untuk melihat situasi di depan rumah. Ketika Subiantoro ikut melihat kegaduhan, ia pun sempat membentak personel TNI yang telah mendobrak pintu rumahnya. Namun dorongan keras untuk keluar rumah dari petugaslah yang ia justru dapat.

Masih tidur, digedor-gedor pintunya. Pintu didobrak tahu-tahu keluar dari belakang ada sekitar 20 personel. Berdua sama istri saya. Itu pintu dijebol, rolling door rusak lemari rusak,” kata Subiantoro.

Ia juga mengaku sejumlah uang yang ia simpan di dalam lemari pun ikut raib entah kemana. Menurutnya, bisa jadi karena petugas yang mengeluarkan barang-barang dari lemari membuat uangnya tak sempat diselamatkan.

Yang hilang tidak sempat diselamatkan, lemari tidak dikunci. Lemari isinya pada dikeluarin kan berat supaya bisa diangkat,” kata Subiantoro.

Untung saja dokumen-dokumen penting miliknya sudah diamankan. Sementara barang-barang yang telah dikeluarkan oleh petugas ia titipkan di rumah sanak familinya. Ia mengaku selain menjadi juru kunci ia juga memiliki usaha warung. Setelah dieksekusi, ia tak lagi bisa berjualan. Namun, proses hukum sedang berjalan, ia akan tetap menanti dengan keputusan akhir.

Hingga saat ini warga yang telah dikosongkan rumahnya maupun yang trauma untuk meninggali rumahnya, untuk sementara berkumpul di basecamp yang juga masih terletak di satu kompleks.