Demi Keamanan, Reka Ulang Kasus Perkosaan dan Pembunuhan Gadis 10 Tahun Digelar di Kantor Polisi
Hukum & Kriminal

Demi Keamanan, Reka Ulang Kasus Perkosaan dan Pembunuhan Gadis 10 Tahun Digelar di Kantor Polisi

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Lelaki berinisial NCH (27), warga Jatimulyo, Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo, menjalani reka ulang di Polresta Yogyakarta, Jumat (26/10). NCH merupakan tersangka kasus perkosaan dan pembunuhan bocah SD berusia 10 tahun tetangganya sendiri bernama Agnesia Mercyliano Cantika Prana Dewi.

Kanit 2 Reskrim Polresta Yogyakarta Iptu Heri Subagyo mengungkapkan, reka ulang kasus ini dilakukan di komplek Mapolresta Yogykakarta dengan pertimbangan keamanan. Dari informasi yang beredar, bahwa ada massa yang melakukan aksi pembalasan kepada pelaku.

Total ada 8 adegan yang dilakukan oleh pelaku NCH. Dalam reka ulang tidak memunculkan bukti baru. Dalam reka ulang ini ibu korban dan keluarganya juga datang,” ujar Iptu Heri Subagyo.

Reka adegan dimulai dari tersangka bersama teman-temannya minum-minuman keras di pos satpam, tidak jauh dari tempat kejadian. Di tengah Selesai pesta miras, pelaku pulang dengan mengendarai sepeda motor dan berpapasan dengan berpapasan dengan ibu korban di jalan. Mengetahui ibu korban pergi, pelaku kemudian mendatangi korban yang sendirian di rumah. 

Waktu itu pelaku meminta korban untuk mengantarkan pelaku ke sungai untuk cuci muka. Korban sempat menolak karena pintu depan dikunci oleh ibunya. Akhirnya pelaku meminta korban untuk lewat dari pintu belakang rumah,” tambahnya.

Sesampai di sungai, tersangka yang sudah dalam pengaruh minuman beralkohol mengajak berbincang dan meminta korban untuk melepas anting dan cincin. Korban yang sudah mengenal tersangka karena merupakan tetangga rumah, akhirnya melepas perhisan dan diberikan kepala tersangka.

Sesaat kemudian, pelaku mengajak korban untuk berhubungan intim, namun ajakan tersebut ditolak oleh korban. Karena ditolak, tersangka kemudian memukul hingga pingsan dan memperkosanya. Usai memperkosa korban, tersangka langsung mengangkat dan melempar tubuh korban ke sungai,” tambah Iptu Heri Subagyo.

Diketahui sebelumnya, korban ditemukan tewas mengambang Sungai Winongo wilayah Kelurahan Kricak pada Minggu 30 september 2018. Dari hasil otopsi, petugas mencurigai korban dibunuh sehingga langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan selama dua pekan, petugas akhirnya berhasil mengamankan tersangka berinisial NCH.