Hiswana Migas DIY Donasikan Wakaf Sumur untuk Korban Bencana Palu - Sigi - Donggala
Sosial

Hiswana Migas DIY Donasikan Wakaf Sumur untuk Korban Bencana Palu - Sigi - Donggala

Jogja,(jogja.sorot.co)--Air bersih adalah kebutuhan primer setiap orang. Ketika bencana gempa dahsyat terjadi, sumber-sumber air bersih juga banyak yang hilang. Selain dropping air yang bersifat sementara, pembangunan sumur bor menjadi solusi yang lebih jangka panjang.

Hal inilah yang melatarbelakangi Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) DIY untuk segera memesan pembangunan 2 buah wakaf sumur melalui Global Wakaf - Aksi Cepat Tanggap DIY.

Ketua Hiswana Migas DIY Drs.siswanto, MM menyatakan betapa pentingnya membangun sumur di daerah korban bencana untuk mendukung kebutuhan air bersih. Ia berharap, pembangunan sumur tersebut dapat membantu para korban bencana alam dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

"Core bisnis Hiswana Migas adalah memenuhi kebutuhan pokok masyarakat berupa minyak dan gas. Air juga adalah kebutuhan utama di daerah bencana. Sehingga wakaf sumur diharapkan sangat membantu masyarakat," jelas Siswanto, dalam siaran pernya, Sabtu (27/10/2018).

"Sebelumnya kami bersama ACT telah sukses membangun wakaf sumur di Plalar, Ponjong, Gunungkidul yang merupakan harapan besar masyarakat di tengah bencana kekeringan. Kami melihat ACT mempunyai tim yg sangat handal dlm pembuatan sumur bor," tambahnya.

Serah terima donasi 2 buah wakaf sumur dari Hiswana Migas kepada ACT DIY sendiri dilaksanakan pada Kamis (25/10) di Kantor Hiswana Migas DIY, Perwita Regency, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Bagus Suryanto selaku perwakilan ACT DIY mengungkapkan apresiasinya kepada Hiswana Migas DIY, karena telah memberikan donasi yang tepat dan sangat dibutuhkan oleh korban bencana.

"Pilihan yang diambil Hiswana Migas dengan berdonasi sumur sangat tepat, sumur ini sangat penting dan sangat berkelanjutan kemanfaatannya" ungkap Bagus.

"Saat ini bencana di Palu-Sigi-Donggala sudah melewati fase emergency dan memasuki fase pemulihan sehingga bantuan berupa sarana dan prasarana seperti sumur, MCK, Shelter, sekolah dan masjid sementara sangat penting agar mereka segera dapat kembali beraktivitas seperti semula," tambah Bagus.