Pengugat Kecewa, Sidang Putusan Gugatan Pedagang Pasar Kembang Ditunda
Hukum & Kriminal

Pengugat Kecewa, Sidang Putusan Gugatan Pedagang Pasar Kembang Ditunda

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Pengadilan Negeri Yogyakarta menggelar sidang kasus gugatan Pedagang Sarkem korban penggusuran PT.KAI dengan agenda pembacaan putusan, Senin (29/10/2018). Namun, majelis hakim memutuskan menunda persidangan selama dua pekan.

Keputusan ini tentu membuat pihak penggugat merasa sedikit kecewa karena majelis hakim tidak menyampaikan alasan terkait penundaan sidang putusan tersebut. Kasus yang masuk di meja persidangan sejak awal maret 2018 itu nyatanya hingga akhir Oktober ini belum menuai hasil akhir.

Dikatakan oleh kuasa hukum penggugat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta yang diwakilkan oleh Lutfy Mubarok, penundaan tersebut diperkirakan karena keputusan yang belum bulat. Telah terjadi dissenting ataupun concurring. Menurutnya, dalam praktik peradilan tentu sudah biasa menjadi hal biasa jika terjadi perbedaan pendapat. Seperti dissenting atau concurring opinion.

Belum bulat putusannya. Entah dissenting entah concurring. Kalau dissenting itu beda putusan ada yang mengatakan menang ada yang mengtakan kalah. Kalau concurring sudah sama-sama mengatakan menang atau sama-sama mengatakan kalah tapi pendapat untuk kesana itu kan masih beda. Ya mungkin itu sih yang diupayakan hakim supaya bulat keputusannya,” kata Lutfy.

Lutfy juga mengatakan jika memang alasan penundaan adalah dissenting seyogyanya disampaikan dalam amar putusan. Justru keputusan tersebut bukan lagi menjadi masalah bagi pihak penggugat. 

Kalau alasannya dissenting ya disampaikan saja, gak masalah sih. Tapi kalau malah ditunda kaya gini. Perbedaan pendapat atas putusan kenapa tidak disampaikan saja, dimasukkan kedalam putusan. Mungkin masih ada Lobby antara hakim mungkin. Ya coba aja kita lihat putusan hakim,” tambah Lutfy.

Di sisi lain, muncul sedikit kecemasan di pihak penggugat, bahwa hakim nantinya tidak melihat secara substansi melainkan hanya melihat secara administrative terhadap permasalahan yang dihadap pedagang.

Harapan kami melihat subsatnsi bukan hanya administrasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Tergugat I dan Tergugat II dalam hal ini PT.KAI dan Daop 6, Mulyadi mengatakan bahwa penundaan sidang putusan dirasa olehnya hal yang normal. Dengan harapan jika ada penundaan waktu sidang sidang dalam dua pekan ke depan hasil putusan jauh lebih komperehensif dalam pertimbangan hukumnya. Ia menegaskan dari pihak Tergugat I dan II tidak ada kekecewaan atas penundaan sidang.

Itu saya kira itu normal-normal saja. Apa yang diputuskan hakim tetap menghargai. Harapan kami dari tergugat putusannya nanti lebih baik, lebih komperehensif dalam petimbangan hukumnya. Bernuansa berkeadilan kepada kedua belah pihak,” ucap Mulyadi.