Tingkatkan Pengawasan, Balai POM Tandatangani Kesepakatan Bersama Pemda DIY
Pemerintahan

Tingkatkan Pengawasan, Balai POM Tandatangani Kesepakatan Bersama Pemda DIY

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Kepala Balai Pengawasan Obat dan Minuman (POM) Yogyakarta Rustyawati, di Kompleks Kantor Gubernur Kepatihan, Jumat (2/11). Pelantikan disaksikan oleh Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito, segenap aparatur daerah beserta pejabat eselon 1 dan eselon 2 dari Badan POM.

Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito mengatakan, pelantikan pejabat struktural merupakan tahapan penting dalam rangka perkuatan kelembagaan melalui kepemimpinan dan manajemen perubahan yang semakin kuat. Ia berharap, pemimpin yang baru dapat meningkatkan fungsi, tugas dan peran BBPOM di Yogyakarta. Di antaranya dalam fasilitasi untuk pengembangan dan pembinaan industri produk obat, obat tradisional, kosmetika, suplemen kesehatan, dan pangan serta menjamin keamanan, mutu, dan manfaat dari produk obat dan makanan.

Pengawasan Obat dan Makanan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, karena tidak hanya menyangkut aspek kesehatan, tetapi juga berdampak pada aspek ekonomi, aspek sosial, bahkan ketahanan bangsa,” kata Penny K. Lukito.

Melaksanakan Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2017 tentang Peningkatan Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan tersebut, Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sepakat untuk bersinergi dalam meningkatkan efektifitas pengawasan obat dan makanan serta daya saing produk UMKM di Yogyakarta. Kesepakatan ini dituangkan dalam bentuk Nota Kesepakatan tentang Pelaksanaan Pengawasan Obat dan Makanan antara Badan POM RI dengan Pemda DIY 

Penandatanganan Nota kesepakatan bersama dilaksanakan usai pelantikan Kepala Balai Besar POM Yogyakarta. Ruang lingkup Nota Kesepakatan antara lain terkait pengawasan terpadu di bidang obat dan makanan, peningkatan pemberdayaan masyarakat, pembinaan dan pendampingan UMKM Obat Tradisional, Kosmetik, dan Pangan Olahan, serta integrasi data dan sistim informasi dalam rangka percepatan perizinan. Dengan kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas regulator di Pemda DIY dalam memastikan produk yang beredar adalah produk yang aman, berkhasiat, dan berkualitas baik.

Sementara itu, Gubernur DIY meminta BPOM untuk meningkatkan kembali sistem pengawasan obat dan makanan di wilayah DIY. Menurutnya, saat ini banyak ditemukan produk obat maupun obat tradisional yang telah dipalsukan. Selain itu, banyak pula produk-produk olahan makanan dan minuman yang ilegal sehingga dapat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat selaku konsumen. BPOM juga diharapkan dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang tata cara memilih produk obat, obat tradisional dan makanan yang tidak berbahaya.