Kumpulan Para Mantan Komisioner KPU dan Bawaslu Dorong Pemilu Luber Jurdil
Peristiwa

Kumpulan Para Mantan Komisioner KPU dan Bawaslu Dorong Pemilu Luber Jurdil

Gondokusuman,(jogja.sorot.co)--Sejumlah mantan komisioner KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) membentuk Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) DIY, di Kafe Silol, Kota Baru, Yogyakarta, Selasa (06/11). Secara organisatoris, JaDI DIY dipimpin oleh presidium yang terdiri dari mantan KPU dan Bawaslu Provinsi serta beranggotakan mantan KPU maupun Bawaslu Kabupaten/Kota.

Ketua Presidium JaDI DIY, Mohammad Najib mengungkapkan, jumlah anggota presidium JaDI DIY sebanyak 19 orang, namun masih terbuka bagi pekerja pemilu yang sudah purna. JaDi akan mendorong terlaksananya pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luber-jurdil). Sehingga dapat menghasilkan wakil rakyat dan presiden yang dapa mewujudkan pemerintah yang adil, berintegritas dan membuat tata kelola pemerintahan yang baik.

Adapun tujuan berdirinya JaDI adalah untuk memperkuat pelembagaan demokrasi, mendukung sistem integritas untuk pemerintahan yang bersih dan mengupayakan tercapainya keadilan sosial, ekonomi dan gender. Selain itu kami juga mendorong tata kelola pemerintahan yang baik serta melindungi hak asasi manusia dan pelestarian lingkungan,” ungkap Mohammad Najib.

Untuk mencapai tujuan tersebut, ke depan JaDI DIY akan melaksanakan beberapa program dan kegiatan, diantaranya advokasi, pendidikan dan pelatihan, kajian/riset, publikasi, pembangunan jaringan dan kerjasama, konsultan dan kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan tujuan organisasi. 

Dalam waktu dekat ini, bersamaan tahun politik dan penyelenggaraan tahapan Pemilu 2019, konsentrasi kegiatan JaDI akan lebih dioptimalkan dalam rangka pemantauan setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu 2019. JaDI DIY juga terbuka bekerjasama dengan para pemangku kepentingan yang memiliki konsen pada terlaksananya Pemilu.

Untuk DIY yang menjadi titik kerawanan dalam pelaksanaan pemilu yakni kampanye negatif dan penyebaran hoax di media sosial, sehingga JaDI merasa harus ikut serta dalam menangani masalah ini,” tandasnya.