Tak Kantongi Izin, Festival Pelajar DIY Terpaksa Dihentikan Polisi
Pendidikan

Tak Kantongi Izin, Festival Pelajar DIY Terpaksa Dihentikan Polisi

Keraton,(jogja.sorot.co)--Festival Pelajar DIY 2018 yang diadakan di Plaza Ngasem, Sabtu (17/11/2018) terpaksa dihentikan oleh Kepolisian Sektor Keraton. Alasannya, festival yang diperuntukan bagi kalangan pelajar ini belum mengantongi izin dari kepolisian.

Festival ini sejatinya sudah pernah terselenggara pada 2017. Tahun lalu, tepatnya 10 November 2017 acara diselenggarakan di dua tempat, yaitu di Benteng Vredebug dan Monumen Serangan Umum 1 Maret. Ketika itu, festival hanya diperuntukan bagi pelajar di Kota Yogyakarta.

Setelah mendapat respon positif, tahun ini acara yang sama kembali digelar, namun dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Tak tanggung-tanggung, panitia mengemas acara dengan mendatangkan sebanyak 500 pelajar dari berbagai wilayah di DIY. Untuk lokasi, panitia memilih Plaza Ngasem sebagai tempat penyelenggaraan.

Sayang, banyaknya animo peserta yang datang membuat panitia kewalahan sehingga menyebabkan sejumlah masalah, seperti keamanan dan kemacetan lalu lintas.

Dengan berbagai pertimbangan yakni salah satunya terkait keamanan, maka pihak Polsek Keraton melalui Ibu Kapolsek tadi menghentikan acara, aku Ketua Umum Festival Pelajar DIY 2018, Yugi Cahya, Sabtu sore.

Yugi menjelaskan, acara ini memiliki maksud untuk menghimpun pelajar-pelajar yang ada di DIY. Dengan datangnya banyak pelajar, mereka diharapkan bisa saling tukar pendapat, pengalaman dan wawasan seputar dunia pendidikan. Kreativitas mereka juga dipertontonkan lewat pentas seni pertunjukan, poster-poster, serta majalah dinding. 

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh dari Kepolisian Sektor Keraton, dihentikannya acara karena izin yang disampaikan terlalu mepet, sehingga rekomendasi keamanan belum turun.

"Syarat untuk mengajukan perijinan dari pihak setempat dalam ini tempat penyelenggara minimal H-7 sebelum acara berlangsung. Sedangkan pihak panitia penyelenggara mengantarkan surat perijinan ke Polsek hari Senin (13/11/2018) dan belum ada 1 minggu," terang Kapolsek Keraton, Kompol Etty Haryanti.

Dikatakan Kapolsek, panitia juga dinilai kurang komunikatif tentang jumlah rinci peserta dari masing-masing sekolah di DIY. Dia mengatakan bila panitia hanya menyebut ada 48 sekolah yang akan ambil bagian.

Nah dengan berbagai pertimbangan, dan demi keamanan bersama, maka kegiatan Festival Pelajar DIY 2018 terpaksa saya berhentikan, tandas Etty.