Bacok Bocah 14 Tahun Hingga Luka Parah, Dua Remaja Diciduk Polisi
Hukum & Kriminal

Bacok Bocah 14 Tahun Hingga Luka Parah, Dua Remaja Diciduk Polisi

Wirobrajan,(jogja.sorot.co)--Jajaran Unit Reskrim Polsek Wirobrajan dua remaja berinisial IG (17), warga Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Bantul, dan RKS (15), warga Notoyudan Yogyakarta. Keduanya ditangkap karena diduga melakukan aksi pengeroyokan terhadap korban Angki Hendrawan (14), warga Sosrowijayan Wetan, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen.

Kapolsek Wirobrajan Kompol Sugianto menjelaskan, pihaknya juga tengah memburu dua pelaku lain dengan inisial G dan S yang berhasil kabur usai mengeroyok korban. Aksi pengeroyokan tersebut dilakukan oleh empat pelaku di Jalan Amri Yahya, depan SMA 1 Teladan, Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Selasa (20/11) sekitar pukul 01.30 WIB.

Dijelaskan lebih lanjut, sebelum aksi penganiayaan itu terjadi, salah satu pelaku menghubungi korban dan memintanya untuk datang ke depan SMA 1 Teladan. Korban kemudian datang bersama tiga orang rekannya ke lokasi kejadian. Di tempat itu, para pelaku yang sudah menunggu korban langsung menyerang korban dengan menggunakan tangan kosong dan senjata tajam berupa pedang.

Tanpa alasan yang jelas, para pelaku langsung langsung melakukan penganiayaan kepada korban. Sampai salah satu pelaku melayangkan sabetan senjata tajam ke arah wajah korban,” jelas Kapolsek, Rabu (21/11/2018).

Usai melakukan penganiayaan, para pelaku kemudian kabur meninggalkan korban dengan kondisi luka parah pada bagian kepala. Akibat sabetan senjata tajam, korban mengalami luka bacok sedalam 3 sentimeter dengan panjang 20 sentimeter. Teman dan warga yang mengetahui kejadian itu langsung menolong korban dan mnembawanya ke Rumah Sakit Ludiro Husodo. 

Namun karena kondisi lukanya yang sangat parah, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito,” tandanya.

Sementara itu, warga yang mengetahui kejadian itu kemudian melaporkannya ke kepolisian Polsek Wirobrajan. Dua pelaku yang berhasil diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui motif pengeroyokan. Dari keterangan sementara, pelaku beralasan memiliki dendam pribadi dengan korban sehingga nekat melakukan aksi pengeroyokan tersebut.