Disangka Tak Kantongi Izin, Deklarasi Laskar Mahasiswa untuk Jokowi Maruf Dihentikan
Peristiwa

Disangka Tak Kantongi Izin, Deklarasi Laskar Mahasiswa untuk Jokowi Maruf Dihentikan

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Gondomanan menghentikan aksi deklarasi dukungan kepada pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Maruf Amin, di Titik Nol Kilometer, Rabu (21/11.2018) sore. Dalam aksi tersebut, sejumlah pemuda yang menamakan diri Relawan Laskar Mahasiswa untuk Jokowi-Ma'ruf Amin mendeklarasikan dukungannya kepada capres nomor urut 1.

Anggota Panwascam Gondomanan, Theresia Gesang, mengungkapkan, peserta aksi tidak memberikan surat pemberitahuan kepada Panwascam dan Polsek Gondomanan. Sehingga, ia meminta peserta aksi untuk menghentikan kegiatan tersebut dan meminta klarifikasi terkait perizinan dan pemberitahuan.

"Prosedurnya memang harus dari kepolisian ada izin dan pemberitahuan ke kami," ujar gesang.

Saat dimintai klarifikasi terkait perizinan, peserta aksi mampu menunjukkan surat izin dari Polresta Yogyakarta, sehingga aksi tersebut daapt dilanjutkan. Pihaknya mengaku, surat izin tidak diteruskan ke ke Polsek maupun ke Panwascam Gondomanan. 

Sementara itu, Koordinator Umum Relawan Laskar Mahasiswa Untuk Jokowi-Ma'ruf Amin, Arif Budiman, mengungkapkan, laskar ini beranggotakan puluhan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri. Deklarasi ini dilakukan didasari dari hasil pengamatan terkait track record dua pasangan capres dan cawapres yang berlaga pada Pilpres 2019.

Menurutnya, kinerja Jokowi pada periode pertama kepemimpinnya dianggap sudah berhasil dan mahasiswa memandang rakyat harus memberikan apresiasi atas prestasi yang telah di lakukan.

Beberapa program yang dinilai berhasil di antaranya menjaga kekayaan laut dengan menangkap kapal asing illegal, mengambil langkah kebijakan tax amnesti yang berhasil, menguasai saham PT. Freeport, memberikan sertifikat tanah kepada ribuan masyarakat dan melakukan pembangunan merata terutama di Indonesia Timur.

Prabowo itu baik, tetapi berdasarkan rekam jejak yang kita ikuti tidak ada program yang berhasil baik sejak masa dirinya di kemiliteran. Jokowi pernah baik di Solo, Jakarta dan sekarang Presiden,” tandasnya.