Bangun Underpass Kentungan, Ring Road Utara Ditutup Satu Tahun
Peristiwa

Bangun Underpass Kentungan, Ring Road Utara Ditutup Satu Tahun

Jetis,(jogja.sorot.co)--Proyek Underpass Kentungan antara Ringoad Utara dengan Jalan Kaliurang rencananya bakal segera dilaksanakan. Pembangunan proyek tersebut nantinya akan dilaksanakan selama 1 tahun penuh, mulai 12 Januari 2019 hingga 31 Desember 2019. 

PPK Jembatan Jogja Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Syidik Hidayat mengatakan, proyek pembangunan Underpass Kentungan dibelanjakan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan dana Rp 126 miliar.

"Sebenarnya, rencana pembangunan Underpass Kentungan sudah direncanakan sejak tahun 2016 yang lalu. Namun karena harus melalui berbagai studi baik teknis maupun ekonomi sehingga baru terealisasi di tahun 2019 ini," ucapnya saat jumpa media di Aula Ditlantas Polda DIY, Jumat (4/1/2019) siang. 

Pengerjaan underpass ini akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pengerjaan di sebelah barat perempatan Kentungan. Bila selesai tahap barat selesai digarap, tahap kedua melanjutkan bagiann sisi timur perempatan Kentungan. Sementara untuk pengerukan tanah di bawah Jalan Kaliurang akan dilaksanakan terakhir, yaitu ketika sisi barat dan sisi timur selesai. 

Dijelaskan Syidik, nantinya underpass tersebut akan dibangun sepanjang 180 meter membujur dari barat ke timur. Underpass Kentungan akan dibangun dua lajur dengan lebar sekitar 15,5 meter. Lajur utara untuk kendaraan dari arah barat, sedangkan lajur timur untuk kendaraan dari arah timur ke barat. Rencananya, kedalaman Underpass Kentungan sekitar 5,9 meter.

Sementara itu, Kepala Seksi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY, Bagas Senoaji menjelaskan bahwa pembangunan underpass dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek kemacetan. Lokasi ini, kata dia, sudah terlalu memprihatinkan karena selalu terjadi kepadatan terutama pada jam-jam masyarakat berangkat ataupun pulang kerja.

Di Kentungan, ini lebih dari 120 detik. Memang ada tahapannya untuk kurang dari 90 detik cukup dengan traffic light. Lebih dari 90 detik namun di bawah 120 detik harusnya dibangun bundaran. Dan ketika lebih dari 120 detik harus dibangun underpass,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Wadirlantas Polda DIY, AKBP Yugonarko menyambaikan bahwa pihaknya akan mengurai kemacetan pada saat proses pembangunan. Langkah pertama yang akan dilakukan yakni dengan mulai memasang rambu-rambu pengalihan jalan sejak 12 Januari 2019. 

Nantinya bus yang dari Solo ke barat yang menuju ke Magelang akan ada rambu pengalihan arus di simpang Proliman Kalasan Prambanan. Bus dan truk yang diarahkan ke jalur alternatif yakni melalui Cangkringan, Pakem, Turi baru melalui Tempel kemudian belok kanan ke arah Magelang, ucapnya. 

Untuk bus dan truk yang berjalan dari arah Solo yang akan ke Purworejo dan Kebumen ataupun mau ke Purwokerto akan diarahkan ke Simpang Tiga Maguwo melalui Fly Over Janti ke Ring Road Selatan sampai pertigaan Gamping belok ke kiri arah ke Wates atau Purworejo. 

Sedangkan yang dari Wates maupun Purworejo tujuan ke Solo akan diarahkan ke Ring Road Selatan, Fly Over Janti, pertigaan Maguwo dan Prambanan. Untuk dari Wates menuju ke Magelang akan diarahkan Gamping sampai Jombor belok kiri ke Tempel. 

"Untuk kendaraan kecil juga akan diatur, yakni dari timur melalui Terminal Condongcatur ke Manukan lantas ke Gandok dan Jalan Damai ke arah selatan melalui Jalan Monumen Jogja Kembali. Sedangkan dari arah Kaliurang akan diarahkan ke barat ke arah Jalan Damai ke barat, Jalan Palagan tembus Monjali. Dari barat diarahkan ke Monjali ke utara melalui jalan Damai ke timur menuju Ngasem ke utara tembus ke Stadion Maguwoharjo. Sementara dari arah selatan, UGM ke kiri arah jalan Monjalu lurus ke Jalan Palagan dan Jalan Damai," tutupnya.