Relawan Kebencanaan ACT DIY Bekali Siswa SMPN 9 Yogyakarta Mitigasi Bencana
Peristiwa

Relawan Kebencanaan ACT DIY Bekali Siswa SMPN 9 Yogyakarta Mitigasi Bencana

Jogja,(jogja.sorot.co)--Beragam bencana alam telah melanda di berbagai wilayah di tanah air selama rentang tahun 2018. Bencana berupa gempa bumi di Lombok, Palu dan sekitarnya serta Tsunami di Selat Sunda telah mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia serta ratusan ribu orang mengungsi dan puluhan ribu rumah rusak.

Wilayah Jogja memiliki berbagai potensi bencana, mulai dari potensi bencana tsunami di sepanjang perairan selatan Jawa, gempa bumi di wilayah Bantul, bencana kekeringan tahunan di Gunungkidul, hingga ancaman erupsi gunung Merapi yang sudah menunjukkan level waspada sejak akhir tahun 2018.

Sebagai respon preventif, tim DER (Disaster Emergency Response) MRI-ACT DIY pada Jum’at (18/01/2019) mengadakan pelatihan mitigasi kebencanaan yang bertajuk ‘Humanity Day’ bersama siswa-siswi SMPN 9 Yogyakarta. Pelatihan mitigasi berfokus pada tiga tema yaitu bencana gempa bumi, angin puting beliung, serta simulasi pemadaman kebakaran.

Hari ini acara dilakukan di SMPN 9 Yogyakarta, diikuti sekitar 120 siswa. Harapannya dengan adanya pelatihan mitigasi bencana ini dapat menjadi bekal dan pengetahuan para siswa akan potensi bencana di Jogja dan cara-cara penanggulangannya, minimal tahu cara evakuasi diri ketika terjadi bencana ” ujar Asfant selaku komandan DER MRI-ACT DIY.

Pada pelatihan kali ini para siswa tidak hanya mendapat materi dan tips-tips menanggulangi bencana, tetapi juga simulasi pemadaman api pada drum api dan tabung gas elpiji. Para instruktur membekali para siswa untuk tidak panik ketika terjadi kebakaran atau kebocoran tabung gas. 

Tabung gas yang bocor dan terbakar dapat ditangani dengan mudah tanpa kekhawatiran akan meledak, kebakaran dalam skala kecil dapat dipadamkan dengan menggunakan kain basah atau APAR (Alat Pemadam Api Ringan) secara aman,” papar Dani, salah satu instruktur dalam simulasi pemadaman api.

Rencananya sosialisasi dan mitigasi bencana melalui program Humanity Day akan terus dilakukan terutama di sekolah-sekolah mulai dari SD SMP maupun SMA. Akan tetapi Tidak menutup kemungkinan juga bisa diadakan acara serupa untuk setingkat perguruan tinggi maupun korporasi apabila ada panggilan untuk mengedukasi.