Protes Perda Pengelolaan Pasar, Ratusan Pedagang Wadul ke Sultan
Peristiwa

Protes Perda Pengelolaan Pasar, Ratusan Pedagang Wadul ke Sultan

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Sekitar 100 orang pedagang pasar yang tergabung dalam Forum Peduli Pasar Rakyat (FPPR) Sleman, mendatangi Kantor Gubernur di Kepatihan, Selasa (29/1). Kedatangan mereka untuk untuk mengadukan terkait perubahan peraturan daerah (Perda) tentang pasar yang dinilai merugikan mereka.

Kordinator FPPR Sleman Agus Subagyo mengungkapkan, pada desember tahun 2018, DPRD bersama Pemkab Sleman telah menandatangani perda tersebut. Menurutnya, dalam salah satu pasal perda tersebut dinilai sangat merugikan pedagang, sehingga FPPR meminta Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk tidak menyetujui atau mendatangani Perda tersebut.

Dalam Perda yang disetujui DPRD Desember lalu ada satu pasal yang menyakitkan kami para pedagang pasar yaitu diubahnya jarak minimarket atau toko modern berjejaring yang hanya berjarak 0 kilometer,” ungkap Agus.

Ia menyebut, sebelumnya dalam Perda Sleman Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Pasar Kabupaten, jarak pasar modern maupun minimarket berjejaring diatur minimal dua kilometer dari pasar rakyat. 

Menurutnya, jika perda itu disetujui oleh Gubernur akan berpengaruh terhadap keberlangsungan sekitar 2.000 pedagang yang tersebar di 117 pasar rakyat. Selain tidak mengatur tentang jarak, perda itu juga membuka peluang beroperasinya kembali beberapa minimarket atau toko berjejaring sempat ditutup karena melanggar aturan jarak.

Menanggapi tuntutan pedagang, Sekda DIy Gatot Saptadi mengatakan, pihaknya sudah mengetahui permasalahan tersebut. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Sleman dan mereka siap berkonsultasi dengan dewan terkait aturan jarak toko modern dengan pasar rakyat.

Gatot memastikan, bahwa perda yang disahkan Desember lalu tidak akan ditanda tangani Gubernur DIY sebelum dilakukan revisi.

Tadi perwakilan dinas dan warga sepakat bahwa jarak ideal antara pasar modern dan pasar tradisional minimal 1 kilometer,” kata Gatot.