ORI Perwakilan DIY Minta SMPN 8 Yogyakarta Merevisi Aturan Penggunaan Jilbab
Pendidikan

ORI Perwakilan DIY Minta SMPN 8 Yogyakarta Merevisi Aturan Penggunaan Jilbab

Tegalrejo,(jogja.sorot.co)--Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY memberikan surat rekomendasi kepada SMPN 8 Yogyakarta, terkait adanya salah satu ketentuan di tata tertib sekolah yang dinilai tidak sesuai dengan Perwal Nomor 57 Tahun 2011 tentang pedoman peraturan tata tertib sekolah. Dalam tata tertib tersebut, pihak sekolah mewajibkan siswi musim untuk mengenakan jilbab, sedangkan dalam perwal tidak dinyatakan wajib.

Kepala ORI Perwakilan DIY, Budhi Masturi menuturkan, pada sepetember 2018 lalu menerima laporan atau aduan dari wali murid terkait adanya aturan di SMPN 8 Yogyakarta yang mewajibkan siswi untuk mengenakan jilbab. Selanjutnya, ORO DIY melakukan penyelidikan dengan melakukan beberapa klarifikasi ke sejumlah pihak. Dalam Laporan Akhir Hasil Penyelidikan (LAHP), ditemukan adanya ketidaksesuaian antara tata tertib sekolah dengan aturan di atasnya.

Dalam Perwal siswa ‘dapat’ mengenakan busana muslim untuk menunjukkan identitas muslimahnya, tetapi dalam tata tertib kata-kata ‘dapat’ tersebut tidak dicantumkan. Dalam perwal juga tidak ada kata-kata wajib mengenakan jilbab, namun di SMPN 8 Yogyakarta itu menjadi kewajiban,” ujar Budi, Kamis (7/2).

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut, Kepala Sekolah SMP N 8 Retna Wuryaningsih tidak sedang berada di kantor. Sedangkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Nanang Syahid Wahyudi mengakui pihak sekolah telah menerima surat rekomendasi dari ORI DIY. Ia juga mengakui, sebelumnya pihak sekolah telah menerima panggilan dari ORI DIY untuk keperluan klarifikasi. 

Sebelum surat rekomendasi keluar, kepala sekolah sudah memenuhi panggilan dari ORI terkait adanya laporan tentang wali murid yang merasa keberatan dengan aturan wajib mengenakan jilbab di sekolah,” kata Nanang.