Polresta Yogyakarta Bekuk Pelaku Curanmor Lintas Daerah
Hukum & Kriminal

Polresta Yogyakarta Bekuk Pelaku Curanmor Lintas Daerah

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Satreskrim Polresta Yogyakarta berhasil membekuk seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas daerah. Pelaku diketahui berinisial AAS (50), warga Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Armaini, mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban Sri Sumijah (36), warga Jogoyudan Jetis Yogyakarta. Korban kehilangan sepeda motor Honda Beat pada pertengahan bulan Januari 2020.

Saat itu, motor korban digunakan suaminya untuk membeli makan kemudian diparkir di pinggir jalan kampung dekat rumahnya dengan posisi dikunci stang. Pada keesokan harinya, korban yang hendak berangkat kerja mendapati sepeda motornya sudah hilang. Korban selanjutnya melapor ke pihak kepolisian.

Dari laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan dengan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi yang duduga mengetahui kejadian pencurian. Petugas berhasil mengetahui ciri-ciri pelaku dari keterangan saksi yang melihat terduga pelaku. Petugas akhirnya berhasil menangkap pelaku di wilayah Boyolali, pada Sabtu (8/2) sekitar pukul 16.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan penyidik, pelaku diketahui pernah melakukan aksiyang sama dan didapati barang bukti 6 unit sepeda motor hasil curian.

Pelaku naiki bus dari Surakarta ke Yogyakarta. Kemudian berkeliling mencari sasaran sepeda motor yang terparkir di tepi jalan. pelaku kemudian merusak kunci motor dengan menggunakan kunci T. Motor curian kemudian dibawa ke Sukararta dan dijual melalui media sosial facebook,”terang Kapolresta di halaman Polresta Yogyakarta, Selasa (11/2).

Kombes Pol Armaini menambahkan, dalam aksinya pelaku juga menyasar motor yang di dalam joknya terdapat STNK karena lebih laku dijual yakni kisaran Rp 4 juta - Rp 4,5 juta. Pelaku pernah mencuri sepeda motor tanpa STNK, selanjutnya motor ditinggal di jalan. 

Atas perbuatannya pelaku kita jerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandas Kombes Armaini.