Palsukan SIM dan KTP, Warga Purworejo Ditangkap
Hukum & Kriminal

Palsukan SIM dan KTP, Warga Purworejo Ditangkap

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Diduga palsukan KTP, SIM dan NPWP, seorang pemuda berinisial FJ (28) warga Cangkrep Kidul, Purworejo diamankan Polsek Gondokusuman. Tersangka ditangkap pada November 2020 sekira pukul 19.30 WIB di kosnya di Pugeran, Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. 

Kapolsek Gondokusuman Kompol Bonifasius Slamet menceritakan, kejadian terjadi Senin (16/10) di depan pintu Stasiun Lempunyangan. Saat itu, saksi berinisial GT sedang menyewa sepeda motor matic selama 2 hari di penyewaan sepeda motor. 

Saat menyewa, saksi memberikan jaminan berupa KTP, NPWP, BPJS. Harga sewanya Rp 140 ribu, jelasnya, Selasa (09/01).

Dalam perjanjian sewa tersebut, saksi meminta kepada pemilik rental untuk mengantarkan sepeda motornya di depan Hotel Horison Klitren, Gondokusuman. Tanpa curiga, pemilik rental kemudian mengantarkan sepeda motornya tersebut.  

Namun saat sampai di lokasi, pemilik rental curiga dengan identitas Gandhi yang diduga palsu. Merasa curiga, saksi kemudian mengikuti GT melalui alat GPS yang terpasang di sepeda motor.

Kecurigaan saksi ternyata membuahkan hasil, sesampainya di depan Kampus UKDW, GT berhenti dan menutupi stiker rental yang terpasang di slebor belakang dengan menggunakan lakban. Selanjutnya GT kembali berjalan dan berhenti di SPBU Giwangan Yogyakarta. 

Saat berhenti di SPBU Giwangan tersebut, ternyata GT bertransaksi untuk menjual sepeda motor kepada orang tidak dikenal, tambahnya.

Mengetahui hal itu, pemilik rental langsung membawa GT untuk dimintai keterangan. Dalam keterangannya, ternyata GT mempunyai perkara penggelapan sepeda motor di Polsek Gedongtengen Yogya.

Mengetahui hal itu, GT kemudian diserahkan ke Polsek Gedongtengen. Dari pengakuan, ia mendapatkan KTP palsu dari FJ. Petugas lalu melakukan penyelidikan dan mengamankanya di rumah kos daerah Maguwoharjo, Sleman.

Dari tangan FJ, kami mengamankan barang bukti berupa barang bukti handpone, printer, 66 lembar kartu pvc id card yang belum di cetak, 12 lembar blangko KTP yang masih kosongan dan 5 lembar KTP yang sudah di cetak namanya. Selain itu, kami juga menemukan dua lembar kartu BPJS yang sudah di cetak, 3 lembar kartu NPWP yang sudah di cetak, 1 lembar SIM C yang sudah di cetak namun belum dikirim ke pemesanya, 2 gunting dan bendel kertas stiker transparan, lanjut Boni.

Dari hasil pemerikasaan, diperoleh keterangan baha FJ memasarkan produknya tersebur melalui media sosial. Untuk konsumennya dari berbagai wilayah dan di cetak setelah ada order. 

Harga jualnya dengan kisaran Rp 140-Rp250 ribu. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka terancam pasal 263 ayat (1) KUHP atau Pasal 264 ayat (2) KUHP atau Pasal 96 A UU RI No.23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, pungkasnya.