Tipu Klinik Kecantikan Belasan Juta, Mahasiswi Dibekuk Polisi
Hukum & Kriminal

Tipu Klinik Kecantikan Belasan Juta, Mahasiswi Dibekuk Polisi

Ngampilan,(jogja.sorot.co)--Seorang mahasiswi semester akhir Universitas Cokroaminoto berinisial AS (21), warga Kapanewon Prambanan harus diamankan di Polsek Ngampilan. Tersangka ditangkap karena terlibat tindak pidana penipuan. 

Kapolsek Ngampilan, Kompol Hendro Wahyono, didampingi Kanit Reskrim Iptu Dwi Sulistiyono, mengatakan, atas perbuatannya tersangka terancam pasal 378 KUHP tentang penipuan. Disamping itu, tersangka mendapat ancaman hukuman maksimal 4 tahun kurungan penjara. 

Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara, ucapnya saat jumpa media di Mapolsek setempat, Selasa (06/04/2021).

Diceritakan, peristiwa bermula saat tersangka mengirimkan pesan melalui WhatsApp ke klinik kecantikan Beauty Lux di Ngampilan, awal Januari. Saat itu tersangka bermaksud melakukan perawatan dan pesan produk kecantikan.  

Setelah memesan dan membeli produk kecantikan, tersangka selanjutnya mengirimkan screenshot transfer yang ditujukan ke admin PT Beauty Lux, sebagai bukti pembayaran. Setelah bukti trasfer diterima, oleh pihak klinik kecantikan kemudian melakukan penjadwalan perawatan. Produk kecantikan tersebut juga dipesan oleh tersangka untuk diantar ke rumah kos yang berada di Sewon Bantul.

Sukses melakukan aksi pertamanya, tersangka kemudian kembali memesan produk kecantikan di tempat yang sama. Guna menghindari kecurigaan korban, tersangka ini juga mengirimkan bukti trasfer yang di buat dengan aplikasi CamScaner. 

Untuk menyakinkan korbannya, tersangka membuat bukti transfer palsu dengan aplikasi CamScaner. Sehingga seolah-olah bukti trasfer yang digunakan asli, tambahnya.

Namun, aksi tersangka terbongkar saat pihak klinik melakukan audit ternyata tidak ada uang masuk dari trasfer yang dilakukan atas nama tersangka. Sadar menjadi korban penipuan, pihak klinik lantas melaporkan ke Polsek Ngampilan. 

Berbekal laporan dari pihak klinik, petugas langsung melakukan penyelidiakan dan berhasil mengidentifikasi pelaku penipuan. Dari penyelidikan, petugas menemukan kecurigaan terhadap ojek online yang akan mengantar produk yang dipesan oleh tersangka. 

Setelah diikuti, ternyata benar bahwa ojek online tersebut mengantar barang ke kos tersangka. Saat diintrogasi, tersangka mengakui perbuatannya. 

Saat ditanya, tersangka mengaku telah memesan produk kecantikan sebanyak 12 kali kurun waktu Januari hingga Maret 2021. Sehingga atas kejadian itu klinik kecantikan mengalami kerugian mencapai Rp 15 juta, tutup Kompol Hendro.