Perlahan Kopata Bakal Hilang, Masyarakat Beralih ke Trans Jogja
Pemerintahan

Perlahan Kopata Bakal Hilang, Masyarakat Beralih ke Trans Jogja

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Eksistensi bus yang cukup legendaris di Yogyakarta yakni Kopata atau koperasi angkutan umum kota kian tak terlihat. Sebab, konsep peremajaan armada Pemda di tahun 2008 lalu menjadikan dua bus regular lama seperti Kopata Aspada juga Damri berganti menjadi armada baru Trans Jogja. Kini Dishub tengah mengarahkan adanya pengintegrasian dari bus Kopata menjadi Trans Jogja.

Pada jalur trayek 1,4,12 Terminal Giwangan yang biasa dilintasi bus kopata untuk menurunkan penumpang maupun mencari penumpang memang tampak sepi. Menurut salah seorang kondektur bus jurusan Parangtritis yang enggan disebutkan identitasnya, mengaku jarang sekali melihat keberadaan bus kopata.

Paling sehari ada 4 bus, kalau minggu malah nggak ada bus kopata sama sekali,” jelasnya, Kamis (19/04).

Terkait hal ini Kasi Sarana dan Prasaran Dishub Kota Yogyakarta, Windarto mengutarakan bahwa dengan semakin menjamurnya armada trans jogja, armada regular lama bakal diupayakan segera berintegrasi. 

Bus yang lama dua jumlahnya, diganti bus Trans Jogja 1 diupayakan untuk hilang supaya dintegrasikan ke Trans Jogja,” jelas Windarto.

Arah ke depan kopata dihilangkan meskipun namanya masih eksis di kalangan masyarakat karena keberadaannya memang sudah lama. Karena Trans Jogja juga mulai dikembangkan dan dibenahi mulai dari armada dan fasilitasnya.

Operasional bus kopata memang tidak sebanyak dulu, namun beberapa masih ada yang menggandrungi dan enggan beralih karena alasan jangkauan yang lebih meluas. Seperti yang dirasakan Surya. Ia mengatakan bahwa kopata dinilai lebih cepat sampai ke lokasi tujuan.

Ya cepet saja. Ini lebih gampang didapetin. Turunnya juga lebih bebas, Trans Jogja harus di halte kalau kopata bisa dekat rumah,” jelas Surya.

Meski begitu, pihak dishub menganggap kemudahan yang didapat masyarakat terkait bisa turun di sekitar rumah adalah tindakan yang salah, karena pada dasarnya semua bus harus turun di halte maupun di kawasan khusus penurunan penumpang. Sehingga penerapan di Trans Jogja, desain bus lebih tinggi sehingga penumpang hanya boleh turun di halte saja.