Kritik Pementasan Dangdut Kostum Wayang, Aliansi Jogja Sehati Gelar Aksi Turun ke Jalan
Budaya

Kritik Pementasan Dangdut Kostum Wayang, Aliansi Jogja Sehati Gelar Aksi Turun ke Jalan

Gondomanan.(jogja.sorot.co)--Aliansi Jogja Sehati bersama Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB), Seniman, Budayawan dan Pemerhati Sosial menggelar aksi damai untuk negeri dengan tema ‘Berjuang Menegakkan Marwah Kebudayaan untuk Kejayaan Indonesia’. Puluhan massa aksi berkumpul dan berorasi di kawasan titik 0 km, Sabtu (18/8/2018).

Selain itu, dalam aksi ini juga ditampilkan pertunjukan teatrikal mini dengan maksud mengkritik kebudayaan oleh Gabungan Seniman Tari Muda Yogya.

Koordinator aksi Apriyanto menjelaskan aksi ini sebagai salah satu bentuk keprihatinan atas tindakan yang tidak pantas berupa pertunjukan musik dengan menggunakan busana tradisional yang tidak semestinya. Pasalnya busana itu telah dimodifikasi menjadi pakaian seronok dan dipertontonkan dalam pementasan dangdut di XT Square Jogja pada 10 Agutus 2018.

"Pertunjukan itu kami nilai telah mencederai budaya dan mengeksploitasi perempuan yang semestinya tidak terjadi," ucapnya saat ditemui di sela-sela aksi.

Selain itu, lanjut Apriyanto, pihaknya juga merasa prihatin atas pembiaran praktik pertunjukan musik di ruang publik dengan busana yang jauh dari norma kepantasan selama beberapa tahun. 

Atas hal tersebut, ia meminta agar para pemangku kepentingan kebudayaan di Pemerintah DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk meneliti serta melakukan evaluasi menyeluruh atas pengelolaan tempat pertunjukam seni dan budaya di Yogyakarta.

Selain itu, pihak berwenang juga harus memberikan teguran keras kepada pemilik dan manajemen grup Orkes Melayu Baladewa agar tidak mengulangi perbuatan mereka. OM Baladewa ini merupakan grup pengiring dari pementasan musik dangdut yang menampilkan penyanyi dengan mengenakan busana kostum wayang namun bagian bawah mengenakan pakaian mini.

Apabila masih mengulangi tindakan yang sama, maka kami akan melaporkan kepada pihak yang berwajib atas dasar pelanggaran Undang-Undang Kebudayaan no 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” katanya..