TPST Piyungan Overload, Masalah Sampah di Yogyakarta Sudah “Akut”
Peristiwa

TPST Piyungan Overload, Masalah Sampah di Yogyakarta Sudah “Akut”

Jetis,(jogja.sorot.co)--Lembaga Ombudsmen Daerah (LOD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan mengalami overload dan tinggal menyisakan beberapa bulan operasi. Kondisi itu mengisyaratakan persampahan di DIY sudah sangat genting untuk segera ditangani

Komisioner LOD DIY yang juga Ketua Tim Persoalan Sampah LOD DIY, Fajar Wahyu Kurniawan mengungkapkan, permasalahan sampah sudah menjadi persoalan klasik yang seolah-olah terabaikan. Sehingga permasalahan itu menjadi semacam bom waktu karena sewaktu-waktu bisa meledak dan semua akan terkena imbas.

Penanganan sampah memang harus menyeluruh dan penanganan sampah harus ada rujukannya terutama regulasi karena kalau tidak ada cantolan (hukumnya) akan beresiko,” ujar Fajar, dalam siaran persnya Kamis (28/3).

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima LOD usia produktif TPST Piyungan sebenarnya sampai tahun 2020. Sehingga penanganan sampah harus segera diselesaikan terutama akibat penutupan yang dilakukan warga beberapa hari lalu. Sebab tumpukan sampah di berbagai tempat sudah mulai terlihat tertangani. Dan Kota yogyakarta sangat terasa karena depo-depo sampah sudah sangat penuh dan sekarang aromanya sangat kuat. 

Menurutnya, permasalahan sampah harus diselesaikan secara kultural termasuk para produsen sampah. Pengelolaan sampah dengan mekanisme pengurangan dan mekanisme penanganan sampah yang benar dengan pola 3 R (Reduce, Recycle dan Reuse)

Persoalan sampah sudah diatur dalam UU 18 tahun 2008 tentang masalah sampah dan diturunkan Peraturan Pemerintah (PP). Sementara Pemda DIY telah memiliki Perda 03 tahun 2013 dan diturunkan dalam pergub 21/2014 sementara di semua daerah tingkat II juga sudah ada aturannya,” tandas fajar.

LOD DIY meminta penanganan TPST Piyungan dilakukan dengan beberapa langkah seperti membangun pembangkit listrik tenaga sampah. Kemudian pembangunan Hydrotermal dengan memasukan dalam reaktor menjadi cairan yang bisa menjadi pupuk atau Biomassa serta pengaturan sampah untuk bahan alternatif ataupun pylorisus untuk mendaur ulang sampah plastik.