Target Masuk Olimpiade Tokyo, Panjat Tebing Kerja Keras
Olahraga

Target Masuk Olimpiade Tokyo, Panjat Tebing Kerja Keras

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Sebanyak 9 atlet panjat tebing nasional bakal melakoni rangkaian tur kejuaraan dunia di sejumlah negara Asia dan Eropa. Selain itu, ke 9 atlet juga akan melakukan pemusatan latian national (pelatnas) dan seleksi Pra-Olimpiade.

Manajer Pelatnas Panjat Tebing, Pristiawan Buntoro mengatakan bahwa nantinya para atlet akan ikut ambil bagian dalam kejuaran yang diselenggarakan Federasi Panjat Tebing Dunia atau International Federation of Sport Climbing (IFSC). Atlet tersebut terdiri atas Aries Susanti, Aspar Jaelolo, Alfian Fajri, Nurul Iqamah, dan lima sisanya diisi oleh pendatang baru, seperti Temi Teli Lasa, Fathur Roji, Rifaldi Ode Wijaya, Salsabila, serta Chairul Umi. Terdekat mereka akan mengikuti piala dunia panjat tebing atau IFSC World Cup di Meringen, Swiss, pada 3-8 April. Setelahnya, mereka akan lanjut ke Moscow, Rusia, pada 9-14 April.

Setelah dari Moscow itu, kita akan menggelar training camp di Tyumen, Rusia, selama 10 hari. Nah, usai TC, kita bertolak ke China untuk dua kejuaraan dunia, ucapnya saat ditemui di Komplek Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (30/3).

Pristiawan menambahkan, usai para atlet mengikuti TC di Rusia, nantinya langsung menjalani lanjutan IFSC World Cup di Chongqing, China pada 25-28 April dan menuju Tai'an, China 11-15 Mei. 

Lanjut Pristiawan, para atlet akan kembali ke Indonesia guna mengikuti pelatnas untuk perisapan tampil di Olimpiade Tokyo 2020. 

"Selama pelatnas, saya berharap para atlet mampu menunjukkan penampilan terbaiknya guna tampil di Olimpiade Tokyo, pada 2020 mendatang," lanjut Pristiawan. 

Dalam pelatnas tersebut, tambah Pristiawan, pihaknya tidak menutup kemungkinan bakal melakukan pencoretan terhadap atlet yang kurang tidak bagus selama mengikuti pelatnas.  Program pelatihan digenjot guna mengejar peringkat 20 besar dunia untuk dapat tampil di Olimpiade 2020.

"Syarat untuk kualifikasi Olimpiade di Touluse bulan November itu, harus peringkat 20 besar dunia tahun 2019. Jadi, kita juga harus mengejer peringkat, agar bisa ikut event tersebut," tutup Pristiawan.