Pengalaman Pertama, Dara Kebumen Pameran Lukisan di Kedai Kopi
Event

Pengalaman Pertama, Dara Kebumen Pameran Lukisan di Kedai Kopi

Mergangsan,(jogja.sorot.co)--Mengusung tema pengalaman pertama, seorang perupa muda, Fajar Ristanti, menggelar pameran lukisan di Sellie Coffee Yogyakarta, Jalan Gerlya, Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan. Pameran yang akan berlangsung selama satu bulan ini dibuka pada Minggu (7/4) malam, dengan rangkaian kirab budaya bregodo keprajuritan di kawasan Prawirotaman menuju lokasi pameran di Sellie Coffee.

Dalam pameran perdananya, dara cantik kelahiran Kebumen Oktober 1995 yang akrab disapa Yosepha Tanty ini membawa sebanyak 15 karya terbaiknya yang rata-rata menggambarkan sosok perempuan. Beberapa lukisan yang terpajang di dinding-dinding kedai kopi ini antara lain berjudul Hard Worker, Berbunga-bunga, Dulu Rambutku Panjang, Menari, Cinta Suci, Ibu, Lover Flower dan Kasih Ibu. Pengunjung dapat melihat karya Tanty sambil menikmati kopi dan suguhan yang disediakan kedai kopi ini dengan suasana penuh kehangatan.

Ditemui di sela pembukaan pameran, Fajar Ristanti mengaku tertarik dengan dunia seni lukis sejak ia duduk di bangku SMP. Namun, ia serius untuk membuat karya-karya lukis pada 2014 seiring dengan banyaknya teman dari kalangan perupa. Iapun mengaku memiliki keterampilan dalam melukis dengan belajar secara otodidak. Gadis yang masih menempuh kuliah di jurusan bahasa asing Unnes Semarang ini mengaku pihak keluarga sempat tidak mendukung ia terjun di dunia seni lukis.

Saya suka menggambar dan suka sketsa itu sejak SMP, tetapi saya mulai mengenal lukisan itu sejak awal 2014. Saya mempunyai banyak teman dari seni rupa, itu membuat saya semakin menyukai dunia lukis. Awalnya pihak keluarga malah tidak mendukung karena keluarga lebih suka saya jadi guru atau pekerjaan yang di luar seniman. Tetapi dengan hasil karya saya sekarang ini, keluarga mendukung tetapi karena kebetulan ada acara jadi belum ada yang bisa datang,” kata Tanty.

Tanty mengaku banyak karya lukisnya yang bertemakan perempuan karena keinginannya menggambarkan sosok perempuan hingga perjuangan seorang perempuan. Ia berharap, dengan pameran ini pihak keluarga dan orang tua mendukung penuh keinginannya di dunia seni lukis. Tanty menganggap dunia seni rupa masih minim tokoh perempuan, sehingga ia ingin hadir sebagai perempuan yang serius dalam menggeluti dunia seni rupa. 

Sementara itu, salah satu perupa Jogja, Heru ‘Dodot’ Widodo, menyambut positif pameran tunggal perdana yang digelar oleh Yosepha Tanty. Langkahnya untuk terjun ke dunia seni rupa patut diacungi jempol dan dapat menjadi contoh bagi kaum perempuan-perempuan lainnya. Dodot juga terus mendukungnya untuk bisa terus berkarya serta menikmati hidup di dalam dunia senirupa dan menggelar pameran.

Dia (Tanty) sempat bercerita bahwa dia pengen jadi wanita atau perempuan yang berjiwa besar dan bisa berkarya dengan lukisan. Dia bisa terus berkarya sebagai seniman perempuan yang belum terlalu banyak. Ia ingin menjadi perupa wanita indonesia syukur-syukur bisa pameran di luar negeri khususnya di Jepang, sesuai dengan bahasa yang dia pelajari di kampus,” katanya.