Pantau TPS, Kapolda Temukan Warga Tak Bisa Salurkan Hak Pilih
Politik

Pantau TPS, Kapolda Temukan Warga Tak Bisa Salurkan Hak Pilih

Gondokusuman,(jogja.sorot.co)--Guna memastikan pelaksanaan pemilu 2019 berlangsung aman dan damai, Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri bersama Danrem 072 / Pamungkas Brigjen Zamroni, Rabu (17/4) melakukan pemantauan di beberapa TPS di wilayah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.

Ditemui usai melakukan pantauan, Kapolda mengatakan, pelaksanaan pemilihan umum 2019 relatif berjalan lancar dan aman. Antusias masyarakat dalam melakukan pencoblosan untuk menggunakan hak pilihnya cukup tinggi.

"Kita sudah pantau dan semuanya aman. Namun ini tadi sempat terjadi protes di TPS 126 Tambakbayan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Setelah dijelaskan, akhirnya pemilih tersebut akhirnya menerimanya," ucapnya saat ditemui.

Dijelaskan Kapolda, protes dikarenakan terdapat warga luar daerah yang sudah berdomisili di wilayah Sleman terganjal administrasi, sehingga tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu. Selain belum masuk daftar pemilih tetap (DPT) di tempat pemungutan suara (TPS) setempat, warga tersebut juga tidak memiliki formulir A5 sebagai syarat untuk memilih di tempat lain di luar DPT asalnya. 

"Hal itulah yang membuat warga kecewa dan juga protes kepada petugas KPPS setempat. Untung sebelum timbul gesekan bisa diredakan aparat," lanjut Kapolda.

Sementara itu, disinggung mengenai adanya dua OTT dugaan money politik di Sleman dan Kota Yogyakarta, Kapolda tidak mau memberikan jawaban. Menurutnya kasus tersebut masih dalam penelitian di sektor Gakumdu.

"Itu masih di Gakumdu. Kami juga tidak mau campuri dulu. Biar Gakumdu dulu," tandas Kapolda.