Edarkan Pil Yarindo, Warga Brontokusuman Dibekuk Petugas
Hukum & Kriminal

Edarkan Pil Yarindo, Warga Brontokusuman Dibekuk Petugas

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Jajaran Satresnarkoba Polresta Yogyakarta mengamankan lelaki berinisial berinisial SU (37), warga Karangantar, RT 006 RW 018, Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan. Ia ditangkap di rumahnya pada Selasa (11/6) sekitar pukul 23.00 WIB karena diduga menjadi pengedar obat jenis Yarindo.

Kasat Narkoba Polresta Kota Yogyakarta Kompol Cahyo Wicaksono mengatakan, selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti dari kediaman pelaku. Antar lain, sebuah topi warna hitam yang di dalamnya terdapat 10 pil Yarindo, satu buah HP merk Lenovo warna gold dan uang tunai sebesar Rp 680.000.

Dijelaskan, penangkapan tersebut berawal adanya laporan dari masyarakat pada Selasa 11 Juni 2019 yang menyebutkan bahwa ada penyalahgunaan obat-obatan di wilayah Brontokusuman Mergangsan. Mendapatkan informasi itu, jajaran Satresnarkoba Polresta Yogyakarta bersama kanit 2 Iptu Aditya Parman kemudian melakukan penyelidikan.

"Usai mengumpulkan sejumlah informasi, malam harinya petugas kami langsung melakukan pemantauan terhadap tempat tinggal pelaku," ucapnya saat jumpa media di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (25/6).

Kompol Cahyo menambahkan, dari hasil pantauan dan pengintaian di lokasi rumah pelaku sering ada datang dan pergi. Petugas kemudian membuntuti hingga diperoleh informasi bahwa orangt ersebut telah membeli pil Yarindo dari SU. Selanjutnya padda pukul 20.00 WIB, petugas melanjutkan kembali pengintaian di rumah SU hingga akhirnya petugas mendapatkan pembeli berinisial AY yang juga membeli pil dari SU. 

"Setelah mendapat barang bukti dan pengakuan saksi-saksi, petugas langsung menangkap SU. Setelah dilakukan pemeriksaan, diperoleh keterangan bahwa SU mendapatan barang didapat dari seseorang berinisial A, warga Kecamatan Kasihan Bantul," lanjutnya.

Dari hasil pemeriksaan penyidik, pelaku diketahui telah mengedarkan pil jenis Yarindo sejak setengah tahun yang lalu. Pelaku menjual obat terlarang dengan harga Rp 3000 per butirnya ke teman-temannya. Atas kasus tersebut, tersangka dijerat pasal 196 Undang-undang RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.