Pemerintah DIY Gencarkan Imunisasi HPV, Tekan Angka Kanker Serviks
Gaya Hidup

Pemerintah DIY Gencarkan Imunisasi HPV, Tekan Angka Kanker Serviks

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Kementerian Kesehatan mencatat pada tahun 2013 lalu, penderita kanker serviks di DIY mencapai 2.703 orang atau sekitar 1,5 persen dari jumlah penduduk DIY. Penyakit kanker serviks sendiri merupakan 2 penyebab utama kematian kanker pada wanita. Padahal, penyakit kanker serviks sendiri merupakan 2 penyebab utama kematian kanker pada wanita.

Sekretaris Dinas Kesehatan DIY, Siti Badriyah mengungkapkan meskipun wilayah DIY masih di bawah angka rata-rata prevelensi nasional, namun upaya pencegahan perlu dilakukan. Secara angka nasional, angka prevalensi penyakit kanker adalah 1,5 per mil. Artinya setiap 1,5 mil ada 1 orang terkena kanker, sementara angka prevalensi di DIY sekitar 4,5 mil.

Karena penyakit kanker serviks berbahaya, maka pemerintah akan melakukan program perluasan Imunisasi HPV (Human Papilloma Virus),” ucapnya, Kamis (25/07/2019).

Sebenarnya, kata Siti, pemerintah telah melakukan program imunisasi yang sudah dimulai sejak 2017. Hanya saja, saat itu baru dilakukan di dua wilayah, Kulon Progo dan Gunungkidul. Untuk tahun ini, semua daerah tingkat II akan menjadi sasaran imunisasi HPV.  

Dikembangkan tahun 2019 seluruh kabupaten kota di DIY akan ada layanan imunisasi HPV,” sambungnya.

Disampaikannya, imunisasi HPV akan menyasar kepada siswi perempuan kelas 5 dan kelas 6 SD. Imunisasi akan dilaksanakan selama dua tahap. Tahap I akan dilaksanakan untuk menyasar ke siswi SD kelas 5. Selang setahun berikutnya akan dilaksanakan kembali ke siswi SD kelas 6. Di DIY total ada 26.086 anak sasaran yang akan diimunisasi.

Jumlah tersebut meliputi Kulon Progo 2.884 siswi, Bantul 6942 siswi, Gunungkidul 4666 siswi, Sleman 8.044 siswi dan Kota Yogyakarta 3.820 siswi. Sementara jumlah sekolah di Kulon Progo mencapai 381 sekolah, Bantul 434 sekolah, Gunungkidul 566 sekolah, Sleman 538 sekolah, dan Kota Yogyakarta 171 sekolah. 

Sasaran anak SD putri usia kelas 5 dan 6 akan didapatkan tingkat kekebalan yang optimal,” terangnya.

Kasi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan DIY, Resno Agung Wibowo menambahkan bahwa dengan adanya program imunisasi yang disubsidi oleh pemerintah, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Sebab, melakukan imunisasi HPV secara mandiri membutuhkan biaya yang cukup mahal dan tinggi, yakni antara Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta untuk sekali suntik saja. 

Imunisasi HPV dilaksanakan pada bulan Agustus di Gunungkidul dan Kulon Progo. Sedangkan untuk daerah lainnya, akan dilangsungkan bulan November,” tutup Agung.