Ibukota Negara Baru Disosialisasikan kepada Anak Muda Yogyakarta
Pemerintahan

Ibukota Negara Baru Disosialisasikan kepada Anak Muda Yogyakarta

Mantrijeron,(jogja.sorot.co)--Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menggelar diskusi dengan tema Harapanmu untuk Ibu Kota Negara Baru di SMAN 7 Yogyakarta, Jalan MT Haryono, Mantrijeron, Yogyakarta, Jumat (02/08/2019). Dialog ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan gerakan literasi terkait rencana pemindahan ibu kota negara.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN, Rudy S Prawiradinata mengatakan, pemindahan ibukota membutuhkan proses yang lama. Sehingga tentu bila ibukota baru ini terwujud dampak yang akan merasakan yakni kaum milineal atau kaum muda saat ini

Nantinya yang menjadi Aparutur Sipil Negara (ASN) adalah kaum muda, sehingga perlu diadakan sosialisasi semacam ini,” ucapnya saat ditemui di lokasi acara.

Terkait masukan dari kaum muda, Rudy beranggapan bahwa kaum muda harus tahu yang diinginkan oleh pemerintah untuk ke depannya agar supaya dapat lebih baik. Harapannya dapat disosialisasikan kepada yang lebih luas.  

Rudy mengatakan, dalam pemindahan tersebut, pihaknya memiliki tiga kandidat untuk dapat dijadikan ibukota yaitu di Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. 

Lebih lanjut disampaikan, hasil penilaian sementara Kalimantan Tengah sebagai calon ibukota negara. Pertama, luas deliniasi kawasan sekitar 401.364,16 hektare dan lokasi potensial sekitar 40.962,62 hektare. Kedua, kuantitas air permukaan diperoleh melalui dua Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yaitu DAS Kahayan dan DAS Katingan. Ketiga, daya  dukung air tanah  di lokasi deliniasi sebagian besar termasuk ke dalam kelas sedang. Keempat, memiliki historis kebakaran hutan cukup banyak dalam kurun waktu 2015-2018, sehingga perlu menjadi perhatian.

Kalau ibu kota pindah ke Kalimantan, pergerakan perdagangan dalam provinsi ibu kota baru dan antar provinsi di Indonesia akan bergerak sangat positif. Kalau ibu kota pindah ke Kalimantan, lebih dari 50 persen wilayah Indonesia akan merasakan peningkatan arus perdagangan, menciptakan dorongan investasi yang lebih luas pada wilayah lain. Keterkaitan ekonomi ibu kota baru dengan provinsi lain juga akan menjadi salah satu pendorong investasi di provinsi lain,” lanjut Rudy.

Untuk prosesnya sendiri, tambah Rudy, sudah dipikirkan Presiden Jokowi sejak 2016, tetapi mendapat tugas sejak 2017. Sehingga kajian sudah cukup lama. 

 

Target, 2020 membuat master plan dan urban desain. Tahun 2021 sudah bisa groundbreaking,” tandas Rudy. 

Sedangkan menurut salah satu siswi SMAN 7, Dayu Rahmaningtyas Dewi, dengan adanya ibukota yang baru, semoga bisa membangun Indonesia lebih maju lagi. Bisa menata perekonomian yang mungkin saat ini tidak tertata.

Pemerintah memutuskan untuk memindah Ibukota, mungkin itu yang terbaik. Karena Kota Jakarta sudah tidak bisa menjadi ibukota lagi, tandasnya.