Aktivitas Meningkat, Luncuran Awan Panas Merapi Hampir 1 Kilometer
Peristiwa

Aktivitas Meningkat, Luncuran Awan Panas Merapi Hampir 1 Kilometer

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Aktivitas Gunung Merapi kembali mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir terhitung sejak 11 Agustus 2019.

Catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun twitter dilaporkan terjadi guguran lava sebanyakk 6 kali dengan arah doniman tenggaran dengan jarak 500-800 meter. Di tanggal 11 agustus juga dilaporkan 13 gempa guguran , 2 gempa vulkanik dangkal dan 5 gempa tektonik.

Pada 13 Agustus 2019, aktivitas Merapi mengalami peningkatan yakni guguran lava sebanyak 8 kali, dengan arah dominan tenggara atau Kali Gendol dengan jarak 350-700 mete. Sedangkan guguran awan panas terjadi sekali dengan arah tenggara (Kali Gendol) dengan jarakluncur hingga 950 meter. aktivitas kegempaan sebanyak 24 kali gempa guguran, 1 kali awan panas guguran, 2 kali vulkanik dangkal, 1 kali vulkanikdalam, dan 6 kali gempa tektonik.

Guguran awan panas kembali terjadi pada Rabu (14/8/2019) pada pukul 04.52 WIB dengan jarak luncur hingga 950 meter ke arah tenggara (Kali Gendol).

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyampaikan, awan panas guguran tersebut tercatat di seismograf dengan Amplitudo 50 MM dan durasi 95.80 detik. Dengan kondisi tersebut, status Gunung Merapi masih berada di level dua atau waspada.

"Merapi sampai saat ini tidak ada kenaikan aktivitas yg signifikan, rekomendasi masih sama yaitu tidak ada aktivitas dalam radius 3 km dari puncak," ucapnya, Rabu (14/8/2019).


Meskipun sering terjadi awan panas guguran, BPPTKG tetap memberikan rekomendasi agar masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi. Sedangkan dalam radius 3 kilometer harus dikosongkan dari aktivtas penduduk. Masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya lahar terutama saat turun hujan di seputar Merapi. 

"Masyarakat tetap aman, namun selalu waspada dan mengikuti rekomendasi yang disampaikan oleh BPPTKG Yogyakarta," tandas Hanik.