Eksekusi Lahan PKL Gondomanan Diwarnai Aksi Dorong Petugas dan Pedagang
Peristiwa

Eksekusi Lahan PKL Gondomanan Diwarnai Aksi Dorong Petugas dan Pedagang

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Petugas Pengadilan Negeri (PN) Kota Yogyakarta melakukan eksekusi lahan di Jalan Bringjen Katamso, Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Selasa (12/11/2019). Proses eksekusi lahan yang digunakan berjualan oleh para PKL ini mendapat kawalan ketat dari aparat kepolisian Polresta Yogyakarta.

Jalannya eksekusi mendapat hadangan dari para PKL dan aktivis mahasiswa sehingga sempat terjadi aksi dorong antara aparat keamanan dan pedagang. Meski demikian, proses eksekusi tetap dilakukan oleh petugas PN Yogtakarta dengan membacakan putusan hakim.

Menurut pedagang, para PKL Gondomanan sudah berjualan di tanagh sultan ground tersebut sejak tahun 1960-an atas instruksi Sultan Hamengku Bowono IX. Menapaki tahun 2015, PKL digugat oleh pemilik kekancingan (Eka Aryawan) dengan ganti rugi Rp 1 Miliar. Atas keputusan hakim, lapak pedagang dieksekusi oleh pihak PN Yogyakarta pada Selasa, 12 November 2019.

Sejumlah langkah sudah ditempuh oleh para pedagang seperti Topo Pepe dan ziarah ke Makam Raja Mataram di Pajimatan Imogiri. Namun, aksi tersebut tidak mendapatkan tanggapan dari pihak Keraton Yogyakarta.

Para pedagang kecil merasakan tindakan diskriminatif hak penguasaan tanah yang dilakukan oleh penguasa kraton sekarang melalui panitikismo. Karena para PKL Gondomanan yang sudah menggunakan tanah sejak 1960-an tidak mendapatkan prioritas penggunaan tanah tetapi malah diberikan ke penguasa golongan ekonomi kuat.

Salah satu pedagang, Sugiyadi (53) mengaku pihak keraton melalui kuasa hukumnya pernah mendatangi para PKL. Belum ada keputusan dari pihak keraton, tetapi petugas PN Yogyakarta tetap melakukan eksekusi.

Menurut para pedagang, esekusi yang dilaksanakan oleh PN Yogyakarta dinilai tidak adil karena dilakukan tanpa memberikan solusi bagi para PKL.

"Ini jelas sangat merugikan kami para PKL. Belum ada solusinya kok sudah dilakukan eksekusi. Belas kasihan tidak ada sama sekali. Kami jelas sangat kecewa," kata salah satu pedagang.