Hamili Janda Muda dan Telantarkan Anaknya, Oknum PNS Polda DIY Dilaporkan Propam
Hukum & Kriminal

Hamili Janda Muda dan Telantarkan Anaknya, Oknum PNS Polda DIY Dilaporkan Propam

Pakualaman,(jogja.sorot.co)--Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil Polda DIY pada bagian Bidang Hukum berinisial HN (46) dilaporkan oleh selingkuhannya, Unnun Elifa alias Rena (30), seorang janda warga Kecamatan Umbulharjo ke Propam Polda DIY, Minggu (10/10/2019). HN dilaporkan karena menelantarkan anaknya sendiri yang masih berusia balita. 

Unnun Elifa alias Rena mengungkapkan, perkenalan korban dengan HN terjadi pada bulan Agustus tahun 2017. Usai dalam pertemuan tersebut dua pasangan sejoli itu sepakat untuk menjalin dan membangun hubungan spesial. 

Setelah kami menjalin hubungan spesial, setiap satu minggu sekali kami berdua selalu bertemu di hotel, dan setiap kali pertemuan hotelnya pun selalu berbeda. Setiap kali check in mengunakan nama HN, ucapnya Kamis (14/11). 

Usai menginap di hotel, lanjut Rena, pihaknya selalu berkomunikasi melalui aplikasi pesan dengan HN sangat lancar dan bahkan hampir 24 jam. Kemudian, sekira bulan September 2018, korban Rena mengetahui dan menyadari kalau telat datang bulan. Mengetahui hal itu, korban selanjutnya membeli test pack untuk mengetes kehamilan dan ternyata hasilnya positif hamil.  

Dengan kondisi hamil itu, korban Rena memberitahukan mengenai kondisinya kepada HN yang telah mengandung anak darinya. Selain itu, setiap pergi untuk memeriksa kondisi ke dokter kandungan di rumah sakit selalu ditemani dan diantar oleh HN.  

Menginjak usia kehamilan 5 bulan, HN menyuruh untuk pindah kos dengan alasan bahwa kerja di luar kota. Saat itu, kami tinggal di kos Dusun Karang Malang, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, dan diketahui oleh penjaga kos mulai 2 Januari 2019, lanjutnya. 

Semenjak tinggal di kos, HN selalu menemani usai pulang dari kerjanya hingga malam. Kemudian setiap Senin dan Jumat selalu menginap. 

Tanggal 14 Mei 2019, Rena melahirkan anak perempuan. Saat proses persalinan ditunggui bersama HN. Saat itu juga teman HN yang bernama Ismaini datang ke rumah sakit untuk mengambil ari-ari untuk di kubur di rumahnya. 

Selanjutnya, tanggal 17 Mei 2019, keluar dari rumah sakit dan kembali ke tempat kosnya. Namun setelah bayi berumur 21 hari semenjak persalinan dianjurkan oleh dokter untuk melakukan terapi di RSO Surakarta karena bayi sedikit mengalami cidera pada kaki.

Minggu (30/6/2019) sore HN datang ke kos dan terjadi keributan. Setelah terjadi pertengkaran, hubungan kami menjadi renggang dan jarang berkomunikasi. Terakhir menghubungi HN pada 7 Oktober 2019,” ujar Rena. 

Selama tidak melakukan komunikasi dengan HN, Rena sering mendapatkan teror ancaman melalui pesan dari nomor yang tidak diketahui. Karena hal itulah Rena melaporkan HN ke Propam Polda DIY.

Sedangkan tim advokat dari LKBH Pandawa, Garda Widi Pratama, mengatakan bahwa akan terus mengawal kasus ini sampai mendapatkan kesejahteraan untuk anak yang dibawanya. 

Kami hanya meminta HN untuk bertanggungjawab menafkahi anak buah perbuatannya bersama Rena,” tandasnya.