Cegah Kejahatan Klitih, DPRD Usul Ada Bus Gratis untuk Pelajar
Pendidikan

Cegah Kejahatan Klitih, DPRD Usul Ada Bus Gratis untuk Pelajar

Danurejan,(jogja.sorot.co)--Wakil Ketua DPRD DIY Tri Huda Yudiana mengatakan, aksi kejahatan klitih yang meresahkan masyarakat banyak didominasi oleh remaja yang masih berstatus sebagai pelajar. Menurutnya. aksi kejahatan klitih salah satunya disebabkan oleh pemberian fasilitas sepeda motor kepada para pelajar.

Tri Huda Yudiana menegaskan, dari segi usia, kalangan pelajar seperti pelajar SMP sesungguhnya belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor karena masih di bawah umur. Ia menilai, perlunya pembinaan kepada para pelajar baik dari para orang tua siswa, sekolah dan dari pihak kepolisian.

"Peran orang tua harus dilibatkan. Tidak boleh orang tua kemudian melepaskan anaknya sendiri begitu saja. Apalagi kalau si anak sudah diberi sepeda motor," ucapnya, Senin (3/12).

Secara tegas Huda mengaku tidak setuju jika para orang tua memperbolehkan anak-anaknya yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk mengendarai sepeda motor. Selain itu, para pelajar setingkat SMP juga belum memiliki kematangan secara psikologis. Sehingga terkadang emosi tidak terkontrol termasuk pada saat mereka mengendarai sepeda motor di jalan raya. 

Huda meminta agar pihak kepolisian menindak tegas para remaja di bawah umur yang nekat mengendarai sepeda motor di jalan raya tanpa SIM. Guna mengantisipasi hal itu, DPRD DIY akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar memberikan pembinaan kepada jajaran sekolah.

"Untuk aturan, kita akan minta kepada Dinas Pendidikan. Sedangkan yang kedua tentang penyadaran di kalangan siswa agar nantinya mereka bisa lebih bangga tidak dengan motornya maupun genknya, tetapi lebih bangga dengan prestasinya," ujar Huda.

Sebagai kompensasinya, pihak DPRD akan mengusulkan kepada Pemda DIY dan PT AMI selaku pengelola Trans Jogja untuk membuat program bus gratis bagi pelajar. Nantinya pemerintah memberikan fasilitas kendaraan umum gratis sebagai salah satu transportasi bagi para pelajar untuk berangat dan pulang sekolah.

Langkah itu, lanjut Huda, sebagai salah satu upaya agar tak ada lagi alasan pelajar ke sekolah mengendarai sepeda motor. Selain itu, aparat juga harus merazia tempat-tempat penitipan sepeda motor di dekat lokasi sekolah agar tidak melayani penitipan sepeda motor khusus para pelajar.