Lepas Armada Bantuan Banjir Jabodetabek, ACT Ajak Masyarakat Bersama Atasi Bencana
Sosial

Lepas Armada Bantuan Banjir Jabodetabek, ACT Ajak Masyarakat Bersama Atasi Bencana

Jakarta,(jogja.sorot.co)--Sebagian besar wilayah Jabodetabek terendam banjir akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Selasa (31/12/2019) malam. Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai 1 hingga 2,5 meter. Banjir mengakibatkan 31 ribu orang mengungsi dari rumahnya dan 16 orang korban meninggal.

Sebagai lembaga kemanusiaan terdepan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melepaskan 10 armada bantuan untuk para korban banjir Jabodetabek. Pelepasan bantuan ini dilaksanakan pada Sabtu (4/1) di Ruang Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Permata Intan, Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur.

Bantuan terdiri dari 35 ton beras, 1.500 karton Air Minum Wakaf, dan 1.000 paket makanan. Beberapa armada kemanusiaan ACT seperti Humanity Rice Truck, Humanity Water Truck, dan Humanity Food Truck bersiaga untuk memaksimalkan kondisi penanganan pascabencana banjir di wilayah Jabodetabek.

Direktur Program ACT Wahyu Novyan menyampaikan, bantuan-bantuan untuk korban banjir Jabodetabek telah dan akan terus didistribusikan oleh ACT dalam beberapa waktu ke depan.

Saat ini kami memiliki 56 posko di berbagai lokasi, dengan tim rescue lebih dari 100 orang. Tentu dengan kondisi yang ada, hal ini masih kurang dan kami mengajak masyarakat untuk bergabung saling membantu. Kami juga memiliki armada Ambulance Pre-Hospital untuk memberikan layanan kesehatan gratis, Humanity Food Truck yang menghadirkan layanan makan gratis, dan Humanity Rice Truck untuk layanan beras gratis,” terang Wahyu dalam siaran persnya.

Hingga kini, ACT telah mendistribusikan lebih dari 6.000 paket makanan dan ribuan kebutuhan pokok lainnya di 56 posko kemanusiaan. Melalui program #BersamaAtasiBencana, ACT terus mengajak dermawan untuk membantu para penyintas banjir Jabodetabek. Sahabat Dermawan dapat berdonasi langsung melalui tautan www.Indonesiadermawan.id/BersamaAtasiBencana. 

Alhamdulillah, gerakan Indonesia Dermawan ditujukan untuk mengajak lebih banyak lagi publik yang mendukung program-program kolaborasi seperti yang ada saat ini. Karena kami masih merupakan tangan-tangan kecil. Kami masih butuh bantuan tangan-tangan lain supaya semakin banyak permasalahan yang bisa dientaskan, sehingga lebih banyak saudara-saudara kita yang dapat ditolong,” ujarnya.

Sementara itu, armada-armada kemanusiaan ACT akan terus diusahakan, sehingga ACT butuh dukungan dan kolabnorasi dari seluruh elemen masyarakat. Sebuah kolaborasi kemanusiaan yang menjadi kearifan lokal yang harus terus terjaga.

Dalam pelepasan armada bantuan tersebut, Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap (ACT) N. Imam Akbari turut menyemangati warga terdampak banjir, relawan, dan berbagai elemen masyarakat.

Dengan keadaan yang ada, kita tidak boleh lupa untuk terus bersyukur kepada Allah SWT, meskipun keadaan sedang tidak baik. Ini adalah momentum Allah menunjukkan rasa sayangnya kepada kita semua, untuk terus bersama-sama,”

Ia menambahkan. Indonesia dikenal dan mendapat predikat bangsa dermawan dan ACT memiliki kampanye Indonesiadermawan.id. Banyak yang tergerak dan bahu-membahu menanggulangi bencana yang ada. Sebagai lembaga kemanusiaan, ACT selalu berupaya untuk hadir membantu warga yang tengajh terkena bencana alam.

Kemanusiaan itu universal, ini salah satu momentum kebersatuan dan berbagi kasih sayang,” ungkapnya.

Sejalan dengan pernyataan ACT, Walikota Jakarta Timur M. Anwar menyampaikan apresiasinya kepada para relawan dan elemen masyarakat yang turut dan masih terlibat hingga saat ini dalam penanganan bencana banjir Jabodetabek.

Ada 63 kelurahan yang terdampak di Jakarta Timur. Acara kolaborasi pelepasan armada bantuan ini dilakukan di sini karena Jakarta Timur menjadi salah satu wilayah yang warganya paling banyak terdampak bencana banjir. Dengan memakan 10 korban jiwa dan 2.190 jiwa mengungsi, hal ini kita tidak harapkan terjadi lagi. Untuk itu mudah-mudahan kita semua dilindungi Allah SWT,” ungkap Anwar.

Menurut Anwar, saat ini pemerintah sudah melakukan upaya-upaya penanggulangan korban banjir. Misalnya saja mengevakuasi warga, bekerja sama dengan Aksi Cepat Tanggap dan lembaga-lembaga sosial lainnya untuk menghadapi bencana yang ada. Ia berharap kolaborasi tersebut bermanfaat banyak bagi warga terdampak.

Kami ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh relawan ACT, dan relawan-relawan lainnya yang terlibat saat ini. Kami harap kehadiran mereka dapat memotivasi relawan-relawan dari lembaga dan elemen masyarakat lainnya dalam membantu proses recovery di seluruh aspek, pascabanjir. Kepada ACT, semoga lembaga ini semakin berkah, semakin makmur, tidak hanya di Indonesia, namun juga Internasional,” harap Anwar.