Ngaku Sebagai Anggota Polisi, Pemuda Peran Pengguna Jalan
Hukum & Kriminal

Ngaku Sebagai Anggota Polisi, Pemuda Peran Pengguna Jalan

Mantrijeron,(jogja.sorot.co)--Mengaku sebagai oknum polisi, seorang pemuda  berinisial AP (28) warga Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, ditangkap petugas polisi Polsek Mantrijeron. AP ditangkap karena melakukan pemerasan terhadap korban Irvan Yuliantoro (24) warga Trimulyo, Kretek Bantul. 

Kapolsek Mantrijeron Kompol Andi Mayasari Patongai mengungkapkan, kejadian tersebut dialami korban pada Jumat (11/9) petang. Dimana saat itu korban sedang dalam perjalanan pulang dan melewati jalan Panjaitan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta. 

Saat itu, korban dipepet oleh tersangka untuk berhenti. Setelah berhenti, tersangka ini kemudian mengaku sebagai anggota polisi, selanjutnya tersangka melakukan penggeledahan terhadap tas dan dompet yang dibawa korban, cetusnya, Senin (21/09/2020).


Andi Mayasari mengatakan, korban yang merasa ketakutan akhirnya hanya pasrah saja ketika tersangka melakukan penggeledahan terhadapnya. Tidak lama kemudian, tersangka lantas berkata kepada korban 'apakah kasus ini akan diselesaikan disini atau di Polsek', pelaku kemudian meminta korban untuk mengikutinya.  

Sesampainya di wilayah Kecamatan Umbulharjo, tambah Andi Mayasari, tersangka justru mengancam korban dengan perkataan 'po tak entekke sisan neng kene'. Karena ketakutan, korban kemudian putar arah meninggalkan pelaku beserta barang berharga yang dibawa pelaku.

Setelah sampai di rumah, korban bercerita kepada temannya sambil menyebutkan ciri-ciri sepeda motor serta plat nomor polisi yang digunakan tersangka. Usai mendapatkan cerita, teman korban lantas membuat story di WhatsApp,” tambah Andi Mayasari. 

Tidak lama kemudian, ada teman korban yang melihat status WhatsApp korban kalau mengetahui pelaku berdasarkan ciri-cirinya. Korban dibantu temanya selanjutnya melapor ke Polsek Mantrijeron untuk dilakukan penyelidikan. 

Berbekal keterangan korban dan hasil olah TKP di lapangan, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku pemerasan. Tidak mau buruanya lepas, Sabtu (12/9) dinihari, pelaku berhasil diamankan di rumahnya berikut barang buktinya. 

Aksi pelaku ini dilakukan secara spontan, tidak direncanakan. Ia butuh uang untuk ambil obat, karena pelaku ini sering berhalusinasi, karena selalu konsumsi obat ujarnya.

Atas aksinya tersebut, tersangka terancam Pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan ancaman hukuma 5 tahun penjara.