Pengurus Yayasan STIE Kerjasama Digugat, Mantan Kepala BPKA DIY Tercatut
Hukum & Kriminal

Pengurus Yayasan STIE Kerjasama Digugat, Mantan Kepala BPKA DIY Tercatut

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Sidang perdana gugatan oleh Timbangan Ginting, warga Sampangan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, resmi digelar di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Selasa (13/10). Dalam sidang perdana tersebut para pihak tergugat tidak hadir dalam persidangan.

Kuasa hukum penggugat Wisnu Harto mengungkapkan gugatan dengan nomor perkara 137/Pdt.G/2020/PN Yyk itu merupakan bentuk prihatin dari para alumni. Mengingat nama besar STIE Kerjasama telah hilang.

Para tergugat dalam perkara ini yakni mantan Kepala BPKA DIY Bambang Wisnu Handoyo, serta Muhammad Yusron Rusdiyono, Soenyoto, Soeharto Poespoloekito, Siti Samsikin alias Hajjah Sindubudjono, Nangim Muhtadi dan Rahim Fahmi. Titik perkara dalam gugatan tersebut yakni menggugat 8 pengurus Yayasan Pendidikan dalam hal ini adalah STIE Kerjasama.

Maka dari itu, penggugat dalam hal ini Timbangan Ginting, sebagai bagian dari keluarga besar alumni mempunyai kewajiban andil untuk masalah itu menjadi terang dan jelas, ucapnya saat ditemui usai sidang. 


Salah satu yang dilakukan penggugat, Wisnu mengatakan yakni melakukan upaya gugatan untuk melawan pihak-pihak yang selama ini secara masif sudah menggunakan hasil aset penjualan bodel pailit atas putusan pailit di Pradilan Niaga Semarang. Dalam putusan pailit itu, aset tersebut telah dikelola dan manfaatkan sehingga untuk memperkaya diri sendiri.  

Upaya gugatan tersebut, tambah Wisnu, semata-mata sebagai pintu masuk untuk dilakukan audit secara terbuka dan transparan oleh BPKP Provinsi DIY agar hasil audit itu menjadi bahan, alat bukti terkait adanya laporan KPK. Dilaporkan ke KPK pada 9 Juli 2020.

Letak kesalahannya karena telah merugikan negara, karena untuk pembelian tanah, tandas Wisnu.