KPK Sidik Berkas Proyek Stadion Mandala Krida, Kepala BPO Siap Diperiksa
Hukum & Kriminal

KPK Sidik Berkas Proyek Stadion Mandala Krida, Kepala BPO Siap Diperiksa

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penggeledahan di 2 tempat yakni Kantor Badan Pemuda dan Olahraga DIY serta Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga DIY, Rabu (18/2) sekira pukul 11.00 WIB. Kedatangan petugas KPK tersebut terkait kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada tahun anggaran 2016 - 2017 yang  diduga merugikan negara Rp 35 miliar.

Baharuddin Kamba, aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) menyoroti pertemuan antara Gubernur DIY Sri Sultan HB X dengan penyidik KPK. Pihaknya mengakui bahwa penyidikan tersebut terkesan lamban dan menjadi tanda tanya karena baru kali ini melakukan penggeledahan di dua kantor tersebut. Selain itu, pengumuman adanya para tersangka disampaikan Plt Jubir KPK pada bulan November 2020 lalu meskipun hingga kini nama para tersangka belum diumumkan ke publik dalam kasus ini. 

Dikhawatirkan jika penggeledahan baru dilakukan, maka barang bukti berupa dokumen-dokumen terkait akan berupa bahkan dapat hilang, jelasnya. 

Di sisi lain, JCW juga mengkritik pertemuan antara Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk kali kedua di tengah penyidikan kasus dugaan kasus stadion Mandala Krida Yogyakarta. Jangan sampai pertemuan Wakil Ketua KPK itu dengan Gubernur DIY malah memperlambat upaya penuntasan dugaan korupsi proyek Stadion Mandala Krida Yogyakarta. 

Sedangkan Kepala Badan Pemuda dan Olahraga DIY, Eka Heru Prasetya saat dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan bahwa dirinya saat petugas KPK lakukan penggeledahan dirinya sedang tidak berada di kantor karena sedang WFH. Ia baru dikabari teman kantor sekira pukul 15.45 WIB.

Usai diberi kabar, saya ke kantor pukul 16.20 WIB. Jumlah dokumen yang dibawa ada 42 buah. Dokumen tersebut yang berhubungan dengan pembangunan Stadion Mandala Krida. Saya persilahkan untuk diperiksa kalau memang dianggap ada pelanggaran, tandas Eka saat dikonfirmasi via whatsapp, Sabtu (20/02/2021).