Kisruh Kredit Bank Jogja, PDI Perjuangan Kota Bentuk TPF
Hukum & Kriminal

Kisruh Kredit Bank Jogja, PDI Perjuangan Kota Bentuk TPF

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Kekisruhan yang terjadi di Bank Jogja membuat Fraksi PDI-Perjuangan Kota Yogyakarta membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). Nantinya tim pencari fakta tersebut akan bekerja selama 3 bulan untuk mencari fakta yang sebenarnya atas adanya kisruh di Bank Jogja.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Kota Yogyakarta GM Deddy Jati Setiawan mengatakan bahwa terkait adanya kisruh yang terjadi Bank Jogja, PDI Perjuangan Kota Yogyakarta langsung melakukan rapat internal. Dalam rapat internal itu untuk menyikapi hal-hal yang terjadi atas adanya kasus di Bank Jogja. 

Dalam rapat, kami putuskan untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF), ujar Deddy 

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta dan sekaligus Ketua TPF Susanto Dwi Untoro, menambahkan melalui rapat, pihaknya mendapat tugas sebagai koordinator untuk mencari fakta terkait adanya kredit fiktif sejumlah Rp 27,4 miliar. Sehingga atas adanya temuan tersebut, ia bersama tim mendorong penuh proses keadilan yang telah ditangani oleh Kajati maupun di Polda DIY.  

Tugas lain dari TPF yakni melakukan pendalaman terkait adanya kredit fiktif ini sebagai fungsi pengawasan untuk selanjutnya akan memberikan update info secara periodik. Yang kami fokuskan adalah kenapa kredit fiktif tersebut bisa terjadi, ujarnya saat bertemu dengan media di DPRD Kota Yogyakarta, Minggu (25/4/2021).

Dwi menambahkan bahwa bagian tematiknya yakni kredit fiktif, maka pihaknya bersama tim akan melakukan penguraian, salah satunya juga telah memanggil Bank Jogja yang dalam hal ini diwakili oleh direktur. Terkait pemanggilan tersebut, TPF berencana akan masuk ke dalam internal mereka untuk meminta data-data dan bukti-bukti pendukung terkait dengan bagaimana analis di Bank Jogja bisa sampai kecolongan. 

Selain itu, TPF akan mencoba melakukan pendalaman dengan tim dewan pengawas dan analis yang menangani terkait dengan kredit yang awalnya Rp 28 miliar yang akhirnya terjadi kredit macet sebesar Rp 27,4 miliar. Disamping itu, TPF juga akan berencana untuk bertemu dengan korban dari pengguna kredit fiktif tersebut.

Dari beberapa hal yang akan kami dalami ini, kami juga akan menginisiasi atas terbentuknya pansus pengawasan bank Jogja. Sehingga kami ingin menampilkan data sepenuhnya itu, tandasnya.