Tidak Punya Uang, Pria Pengangguran Jual Mobil Kenalannya
Hukum & Kriminal

Tidak Punya Uang, Pria Pengangguran Jual Mobil Kenalannya

Mantrijeron,(jogja.sorot.co)--Seorang pria pengangguran warga Tambakrejo, Sendangbiru, Malang, Jawa Timur, berinisial SY (36) nekat membawa uang hasil penjualan mobil milik orang yang baru dikenalnya. Akibatnya, korban yang diketahui bernama Zulfan Aryo (40) warga Jambi mengalami kerugian mencapai Rp 95 juta, hasil uang dari penjualan mobil Grand Livina B 1676 KR.

Kapolsek Mantrijeron, Kompol Andi Mayasari didampingi Kanit Reskrim Iptu Heri Subagya mengatakan, beruntung atas peristiwa tersebut tersangka langsung ditangkap. Tersangka ditangkap kurang dari 24 jam usai kejadian. 

Setelah kami mendapat laporan dari korban, kami lakukan lidik dan berhasil mengamankan tersangka di tempat persembunyianya di salah satu hotel di daerah Solo, jelasnya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Diceritakan, peristiwa sendiri bermula saat korban dan tersangka berkenalan di sebuah penginapan Masjenar Gust House Jalan Mangkuyudan, Mantrijeron, Jumat (23/4/2021) sekira pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, korban minta tolong ke tersangka untuk menjualkan mobil. 

Setelah itu, keduanya kemudian sepakat untuk mengambil mobil dan mengantarkanya ke pembeli. Usai terjadi kesepakatan harga, pembeli lantas membayar dan menyerahkan uang Rp 70 juta kepada tersangka. 

Saat korban menghubungi tersangka, ternyata Handphone tersangka sudah tidak bisa dihubungi kembali. Mengetahui hal itu, korban langsung melakukan pengecekan di kamar penginapan juga sudah tidak ada, tambahnya.

Merasa dirugikan, korban kemudian melapor ke Polsek Mantrijeron untuk pengusutan lebih lanjut. Petugas yang mendapat laporan, lantas mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi.  

Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku berada di Solo. Tidak mau buruanya lepas, petugas bergerak cepat untuk melakukan penangkapan, saat ditangkap pelaku langsung mengakui perbuatanya. 

Saat kami periksa, untuk menyakinkan korban, tersangka mengaku sebagai pengajar les musik. Sedangkan uang hasil penjualan mobil tersisa Rp 60 juta. Rp 10 juta sudah digunakan pelaku untuk membayar hotel, karaoke dan bersenang-senang, tandas Iptu Heri Subagya.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun kurungan penjara.