Bisnis Prostitusi Online, Gadis Remaja dan Pemuda Ditangkap
Hukum & Kriminal

Bisnis Prostitusi Online, Gadis Remaja dan Pemuda Ditangkap

Gondokusuman,(jogja.sorot.co)--Nekat melakukan bisnis prostitusi online di Kota Yogyakarta, seorang pria pengangguran berinial MO (30) asal Grobogan, Jawa Tengah harus ditangkap oleh petugas Polsek Gondokusuman. Dalam aksinya, tersangka MO tidak melakukannya sendirian melainkan mengajak teman perempuannya berinisial AI (18) warga Candiko Rimbo, Jambi.

Kapolsek Gondokusuman, AKP Surahman menjelaskan terungkapnya kasus tersebut bermula saat adanya laporan polisi pada tanggal 30 April 2021 lalu dari ibu korban yang bernama Tri Wahyuningsih, warga Baciro. Dalam laporannya, Tri bercerita bahwa putrinya yang berusia 14 tahun tidak pulang selama 1 malam. 

Disamping itu, dalam pelaporannya ibu korban juga menyampaikan adanya perubahan sikap pada anaknya itu. Perubahan itu dimulai sejak bulan Februari 2021 dimana putrinya sering melamun, sering keluar rumah dan bahkan sering pulang larut malam.

Yang semakin membuat ibunya curiga, dari dompet korban ditemukan uang Rp1 juta. Sementara orang tua merasa hanya memberikan uang jajan 10 ribu rupiah kepada anaknya, ujarnya saat jumpa pers di Polsek Gondokusuman, Kamis (06/05/2021).

Dari laporan tersebut, lanjut Surahman, pihaknya langsung melakukan penyelidikan karena korban ditengarai mengalami eksploitasi seksual. Dari hasil penyelidikan, ternyata memang benar korban dijual untuk melayani seks dengan laki-laki hidung belang.  

Dari keterangan informasi itu, Tim Unit Reskrim Polsek Gondokusuam kemudian menghubungi nomor salah satu pelaku untuk memancing keluar. Begitu keluar, tersangka langsung ditangkap di salah hotel di Kecamatan Pakualaman. 

Saat digerebek, tersangka ternyata bersama satu laki-laki, lanjutnya.

Usai ditangkap, kedua tersangka langsung dimintai keterangan. Dari hasil keterangan diperoleh bahwa korban, sebut saja Mawar, ditawar oleh tersangka melalui media sosial Facebook. Tarif sekali kencan sebesar Rp 500 ribu. 

Soal tarif, tambah Surahman, yang menentukan besarannya yakni tersangka MO. Untuk uangnya dibagi kepada korban dan tersangka serta untuk membayar hotel. 

Atas kasus ini, kedua tersangka dijerat pasal 76i jo pasal 88 UU Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas undang undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda Rp200 juta, tutupnya.