Cekcok Karena Anak, Berujung ke Pengeroyokan Hingga Tewas
Hukum & Kriminal

Cekcok Karena Anak, Berujung ke Pengeroyokan Hingga Tewas

Danurejan, (jogja.sorot.co)--Kepolisian Polrestabes Kota Yogyakarta berhasil melakukan penangkapan terhadap 10 pelaku pengeroyokan yang menyebabkan seorang warga tewas di Pasar Serangan, Kapanewon Wirobrajan Yogyakarta. Motif pengeroyokan berujung maut ini karena berawal dari persoalan yang sepele. Tersangka utama berinisial SI menegur anak saksi, yaitu T, dan kemudian cekcok.

Berawal dari cekcok itu, SI dan T sepakat menyelesaikan permasalahan itu di Padukuhan Gampingan, Kalurahan Pakuncen, Kapanewon Wirobrajan, Kota Yogyakarta pada 2 Juni lalu. Kemudian, T mengajak mengajak istri dan anaknya yang masih kecil serta korban meninggal (DW).

Sesampainya di lokasi, SI telah menunggu bersama sembilan orang rekannya yang lain dan cekcok pun terjadi hingga salah seorang dari rombongan pelaku menganiaya korban menggunakan pisau lipat atau cutter (berdasarkan keterangan saksi, tapi barang bukti masih dalam pencarian). Selanjutnya korban dan saksi berlari ke selatan ke arah Pasar Serangan.

"T dan istri serta anaknya berhasil lari menyelamatkan diri, Namun korban yang merupakan DW teman dari T dapat dikejar lalu dikeroyok oleh para pelaku dan roboh di lokasi kejadian," ujar Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riko Sanjaya, Selasa (08/06/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban tewas akibat luka tusuk yang dideritanya. Luka tusukan itu berasal dari senjata tajam yang menembus hingga paru-paru korban dan mengakibatkan korban tewas di lokasi kejadian. Tak hanya luka yang menembus paru-paru saja, korban juga mengalami luka di bagian tubuh lain seperti tusukan di punggung, tutukan di pinggang, benturan benda keras di bahu, lengan dan kepala korban. 

Setelah kejadian itu, polisi bergerak cepat dengan mengumpulkan bukti dan keterangan saksi yang berada disekitar TKP dan saksi tambahan serta saksi pendukung. kemudian Polisi berhasil mengantongi identitas pelaku dan memburu para pelaku.

Awalnya, dua dari 10 tersangka dibekuk di Jetis dan Godean dua hari setelah kejadian.

"Selanjutnya tersangka yang lain menyerahkan diri masing-masing ke kantor polisi. Mereka ini bahkan sempat kabur ke Purbalingga (Jawa Tengah) dan kabur hingga ke Jakarta," tambahnya.

Dua tersangka diantaranya sempat dihadiahi dengan timah panas di kakinya oleh petugas karena melawan saat akan ditangkap petugas.

Kanit 1 Jatanras Satreskrim Polresta Yogyakarta, Iptu Dodi Kurniawan mengatakan jika 10 pelaku tersebut yakni TOD (usia 23 tahun), BAS (usia 20 tahun), MNS (usia 22 tahun), SYT (usia 22 tahun), SHBS (usia 20 tahun), PIS (usia 18 tahun), BL (usia 25 tahun), CPJ (usia 21 tahun), KAR (usia 22 tahun) dan SI (usia 20 tahun).

"Mereka memukul korban dengan alat yang berbeda-beda, ada yang menggunakan stik besi melakukan pemukulan keras sebanyak 2 kali ke kepala korban hingga stik terlepas, pelemparan batu, pemukulan dengan menggunakan batu, kayu dan bambu, serta pelemparan dan pemukulan menggunakan botol kaca bekas," tambahnya.

menurut penyelidikan kepolisian, tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP atau Pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP. Kemudian Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun dan Pasal 170 ayat (2) ke 3e dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.