Hari Laut Sedunia, DKP Yogyakarta Ajak Warga Jaga Ekosistem Laut
Pemerintahan

Hari Laut Sedunia, DKP Yogyakarta Ajak Warga Jaga Ekosistem Laut

Gondokusuman, (jogja.sorot.co)--Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemda Provinsi DI Yogyakarta Bayu Mukti Sasongko, mengajak segenap masyarakat untuk menjaga ekosistem laut yang ada di wilayah Yogyakarta.

Menurut Bayu, wilayah laut Yogyakarta yang berada di Samudera Hindia ini memiliki segala sumber daya yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, menurutnya, sumber daya ikan, sumber daya tumbuhan dan air perlu untuk dilestarikan dan dikelola dengan baik demi kemakmuran dan kemajuan masyarakat Yogyakarta.

"Sumber daya laut yang ada di wilayah kita sangat berguna bagi masyarakat secara luas. Sehingga harus dilestarikan dan dikelola dengan baik. Oleh karena itu, pengawasan sumber daya kelautan harus ditingkatkan, baik secara preventif dengan sosialisasi maupun penindakan agar laut bisa menjadi salah satu sumber kemakmuran yang meningkat dan berkelanjutan," ujar Kepala Dinas DKP Pemda Provinsi DIY, Bayu Mukti Sasongko kepada Sorot, Selasa (08/06/2021).

Hal itu, menurut Bayu menambahkan, bisa menjadi semangat baru dalam edukasi kepada masyarakat dalam perayaan Hari Laut dan Hari Segitiga Terumbu Karang se-Dunia yang diperingati setiap tanggal 8 Juni. 

"Ini menjadi semangat kami dan masyarakat untuk melakukan kerja nyata yang sesuai dengan Visi Bapak Gubernur Provinsi DIY tentang laut sebagai halaman depan Yogyakarta, menyongsong abad samudera hindia demi kemuliaan martabat manusia Jogja," tambahnya.

Sebagai informasi, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X tak main-main dengan visinya membangun Yogyakarta sebagai poros maritim baru selama lima tahun ke depan. Sultan berjanji akan memprioritaskan pembangunan di wilayah pinggiran dan terpencil di provinsi Yogyakarta. Pembangunan yang dilakukan antara lain dilakukan di bidang infrastruktur, sarana dan prasarana transportasi, serta pariwisata yang berbasis masyarakat.

Saat menyampaikan pidato perdana sebagai Gubernur DIY periode 2017-2022 dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD DIY, pada hari Senin (16/10/2017) lalu, Sultan menyampaikan sejumlah poin turunan atas visinya sebagai Gubernur DIY periode 2017-2022, yakni

"Menyongsong Abad Samudra Hindia untuk Kemuliaan Martabat Manusia Jogja".

Sebagai turunan atas visi itu, Sultan menyebut Pancamulia atau lima kemuliaan sebagai misinya. Misi Pancamulia dijabarkan Sultan HB X terdiri atas lima poin. Salah satunya adalah terwujudnya peningkatan kualitas dan keragaman kegiatan perekonomian masyarakat, serta penguatan ekonomi yang berbasis pada sumber daya lokal, untuk pertumbuhan pendapatan masyarakat sekaligus pemerataan ekonomi.

"Untuk melaksanakan arah misi ini, prioritas dilakukan dengan memajukan wilayah-wilayah pinggiran dan terpencil," ujar Sultan pada pidatonya dalam Sidang Paripurna Istimewa di DPRD Provinsi DIY pada tahun 2017 lalu.

Upaya memajukan wilayah pinggiran dan terpencil, terutama di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo, dilakukan melalui sejumlah cara, seperti pembangunan infrastruktur, sehingga ada interkoneksi dengan pusat-pusat pelayanan masyarakat. Di bidang pariwisata, Sultan menyatakan akan mengembangkan pariwisata berbasis kawasan dan maritim dengan memanfaatkan kawasan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto di Kulon Progo.

"Dalam lima tahun ke depan, arah program dan kegiatan ditujukan pada pengembangan aset pariwisata yang dikelola nasional, provinsi, maupun kabupaten melalui kepariwisataan yang berbasis masyarakat," imbuh Sultan pada saat itu.