Edarkan Obat dan Tembakau Gorila, Dua Pemuda Ditangkap
Hukum & Kriminal

Edarkan Obat dan Tembakau Gorila, Dua Pemuda Ditangkap

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Satresnarkoba Polresta Yogyakarta mengamankan 2 orang pengguna dan pengedar obat-obatan dan tembakau gorila. Keduanya ditangkap pada Selasa (1/6/2021) malam.

Kasat Resnarkoba Kompol Andhyka Donny Hendrawan menceritakan penangkapan tersebut berawal dari adanya laporan dari masyarakat yang memberikan informasi adanya transaksi jual beli narkotika di wilayah Kota Yogyakarta. Mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan hingga membuahkan hasil dengan menangkap HD (23) di wilayah Banguntapan, Kabupaten Bantul pada Selasa (1/6/2021) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dari tangan HD, kami mengamankan 20 butir pil Calmlet Alprazolam 1 Mg dalam kemasan, 10 butir pil Alprazolam, 1 Mg dalam kemasan, 10 butir pil  Riklona Clonazepam 2 Mg dalam kemasan, 1 buah plastic klip yang didalamnya berisi tembakau Gorilla dengan berat kurang lebih 0,7 gram, 1 buah timbangan digital, 1 pack plastic klip kecil, 1 buah toples isi 4 puntung rokok tembakau Gorilla,  pack paper, 1 buah handphone warna putih, uang tunai sebesar Rp 120.000, dan1 buah kartu ATM, jelasnya Kamis (10/6/2021).

Selanjutnya, tambah Andhyka, petugas kembali mengembangkan kasus tersebut. Selang 2 hari kemudian, pihaknya kembali mengamankan RPT (31) di wilayah Banguntapan, Kabupaten Bantul, Kamis (3/6/2021) sekitar pukul 15.45 WIB.  

Dari penangkapan RPT, polisi berhasil menyita barang bukti berupa RPT petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 40 butir pil Alprazolam 1 mg, 88 butir pil Atarax Alprazolam 1 Mg, 70 butir pil Calmlet Alprazolam 1 Mg, 30 butir pil Riklona Clanazepam 2 Mg, 40 butir pil Heximer ( Trihexyphenidyl 2 Mg), 1 buah kartu ATM, dan 1 buah handphone warna biru abu-abu hitam.

Pengakuannya, kedua tersangka ini sudah berjualan narkotika antara 1 hingga 2 tahun yang lalu. Diedarkan ke kalangan menengah kebawah, tandasnya.

Atas kasus ini, tersangka HD dijerat dengan 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp 10.000.000.000  dan Pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 100.000.000. Sedangkan untuk tersangka RPT disangkakan melanggar Pasal 60 ayat (2) Jo Pasal 60 ayat (4) UU RI No 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp.100.000.000.