Lima Pasar Tradisional di Jogja Tutup, Pemkot Beri Diskon Retribusi Pasar
Ekonomi

Lima Pasar Tradisional di Jogja Tutup, Pemkot Beri Diskon Retribusi Pasar

Umbulharjo, (jogja.sorot.co)—Demi menjaga stabilitas kesejahteraan masyarakat saat pelaksanaan PPKM Darurat, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memberikan keringanan pembayaran retribusi bagi pedagang pasar tradisional. Adapun keringanan pembayaran yang diberikan hingga 75 persen.

Pemberian keringanan retribusi tersebut diberikan kepada para pedagang di sejumlah pasar tradisional yang dilakukan penutupan sementara selama masa PPKM Darurat.

Ada relaksasi retribusi pasar tradisional sampai 75 persen selama Juli ini. Terutama untuk pasar-pasar tradisional yang tutup karena menjual bukan kebutuhan pokok selama PPKM Darurat,” ujar Kepala Bidang Pasar Rakyat, Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utama, Senin (19/07/2021).

Ia menyatakan ada lima pasar tradisional yang tutup selama PPKM Darurat, yakni Pasar Beringharjo Barat, Pasar Klithikan Pakuncen, Pasar Tunjungsari, Pasar Ciptomulyo serta Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasthy). 

Kelima pasar itu tutup karena tidak menjual kebutuhan pokok atau esensial. Misalnya Pasar Beringharjo barat menjual produk pakaian, Pasar Klithikan Pakuncen yang menjual barang- barang bekas, Pasar Tunjungsari yang merupakan pasar sepeda.

Pemberian relaksasi retribusi pasar ini diharapkan dapat membantu meringankan para para pedagang pasar karena selama PPKM Darurat harus menutup lapaknya,” tambahnya.

Pasar- pasar tradisional lainnya di Kota Yogyakarta juga mendapatkan keringanan retribusi, meskipun tidak sebesar yang diberikan pada lima pasar yang tutup selama PPKM Darurat.

Untuk pasar- pasar tradisional lain yang menjual kebutuhan pokok diberikan relaksasi retribusi sekitar 25 persen. Menurutnya, kebijakan relaksasi atau keringanan retribusi pasar tradisional itu sudah diberikan sejak tahun 2020 lalu. Kemudian nilai persentasenya dikurangi karena seiring kondisi pasar yang mulai ramai kembali.

Gunawan menambahkan, pada bulan Januari 2021 kebijakan itu sempat tidak diberlakukan lagi. Namun bulan Februari 2021 relaksasi retribusi pasar tradisional diberikan lagi karena ada kebijakan PPKM.

Pasar- pasar tradisional sudah buka, tapi selama PPKM omzet pedagang berkurang. Makanya ada relaksasi retribusi pasar tradisional lagi,” imbuhnya.