<p>Pelaku Usaha Makanan Kaleng Minta Pemda Sediakan Outlet di Malioboro </p>
Ekonomi

Pelaku Usaha Makanan Kaleng Minta Pemda Sediakan Outlet di Malioboro

Gedongtengen,(jogja.sorot.co)-- Merasa kesulitan dalam menjual produk makanan kaleng, perajin dan pengusaha yang tergabung dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Yogyakarta, meminta kepada Pemda DIY agar menyediakan outlet atau toko di kawasan Malioboro yang khusus menjual produk makanan khusus yang terbuat dari kaleng. Selain itu, para perajin juga meminta membantu produksi kaleng dalam makanan yang di olahnya.

"Dengan adanya outlet tersebut, bisa membantu pemasaran para pengusaha dan perajin yang tergabung dalam UMKM di Yogyakarta,'' ucap Heru salah satu perajin makanan kaleng rendang domba pada acara Sambung Rasa dengan anggota DPRD DIY dan Dinas Koperasi dan UKM DIY di Hotel Ibis, Yogyakarta, Jumat (10/8/2021).

Di samping itu, tambah Heru, harapannya para wisatawan yang sedang berada di Malioboro dapat membeli langsung makanan kaleng itu yang terbuat khas Yogyakarta. Dengan adanya outlet tersebut, maka wisatawan tidak repot lagi mencari makanan khas Yogyakarta.  

Selain makanan kaleng khas Yogyakarta, lanjut Heru, pihaknya juga mempersilahkan para pelaku UMKM lain untuk dapat memamerkan produknya di outlet tersebut. Sedangkan untuk penempatannya, sebaiknya berada di jalan jantung kota Yogyakarta, yaitu di Malioboro.

"Alasan utamanya, kalau wisatawan datang ke Yogyakarta belum ke Malioboro, itu artinya belum ke Yogyakarta," lanjutnya.

Terkait dengan usulan dari salah satu pelaku UMKM produk makanan kaleng, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, menyambut baik hal itu. Bahkan, pihaknya meminta agar pelaku UMKM tidak perlu kawatir untuk lokasinya, karena ada 2 tempat yang dapat digunakan yakni bekas Hotel Mutiara dan tempat parkir di bekas Bioskop Indra.

"Ya saya rasa dua lokasi itu cocok untuk digunakan bagi para pelaku UMKM," tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Srie Nurkyatsiwi, menambahkan bahwa pihaknya siap untuk membantu para pelaku usaha makanan kaleng. Namun, bantuan tersebut tidak bisa berupa uang, yakni akan berupa kaleng makanan.

"Kami bisa bantu, tapi maaf bantuan itu tidak berupa uang. Tapi berupa kaleng, jadi nanti pengalengannya tetap perajin yang melakukan,'' tutupnya.