Satgas Sebut PPKM Level 3 Tak Boleh Jadi Euforia
Peristiwa

Satgas Sebut PPKM Level 3 Tak Boleh Jadi Euforia

Danurejan,(jogja.sorot.co)--Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengakui semenjak penerapan PPKM level 3 ternyata banyak masyarakat yang melakukan euforia sehingga rumah makan, dan tempat-tempat keramaian sudah banyak pengunjungnya. Meskipun begitu, untuk kepatuhan batas pemberlakuan jam masih bisa dipatuhi oleh para pengusaha rumah makan.

Hanya saja yang saat ini masih ditutup hanya obyek wisata.Tetapi dari masyarakat kelihatannya tidak sabar untuk berwisata. Sehingga pada hari Sabtu dan Minggu banyak yang datang ke obyek wisata, cetus Koordinator Satgas Covid-19 DIY Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum, Noviar Rahmad, saat di hubungi, Sabtu (11/9/2021).

Terkait kedatangan tersebut, petugas telah menyiapkan beberapa anggotanya untuk menghimbau agar dapat putar balik, namun kedatangan mereka juga masih banyak bahkan melalui jalur tikus masih ada. Untuk mengantisipasi di obyek wisata yakni melakukan penjagaan selama 24 jam dan ada anggota yang melakukan patroli di obyek wisata.  

Jadi, tambah Noviar, kalau petugas tersebut menemukan yang sudah terlanjut masuk, maka akan disuruh pulang. Untuk jumlah anggotanya ada 328 satlinmas keistimewaan. 

Jumlah itu akan bertugas di 33 titik di setiap obyek wisata. Sedangkan untuk di daerah kota, yang bertugas adalah Satpol PP Kota Yogyakarta dengan dibantu petugas jogoboro, tambahnya.

Noviar menambahkan bahwa mulai tanggal 14 September 2021 seluruh rumah makan, restoran, cafe, hotel wajib memasang QR code. Nantinya bagi para pelaku usaha yang tidak mempunyai akan dilakukan peringatan terlebih dahulu. 

Terkait pelanggaran, Noviar menjelaskan bahwa pihaknya masih banyak menemukannya, karena tidak bisa dihindari. Salah satu contohnya yakni rumah makan, dengan kapasitas 1 meja 2 orang, tetapi masih temukan lebih dari itu. 

Hasil penilaian dari Kementrian Perdagangan, kepatuhan di Mall sudah mencapai 95,7 persen. Di tanggal 7 September kemarin disampaikan mencapai 88 persen. Turun. Rata-rata kelemahan terletak di area loading atau barang masuk, tutupnya.