Sidang Paripurna DPRD Kota Yogyakarta Dinilai Tak Sesuai Mekanisme, Fraksi PKS Pilih Walk Out
Pemerintahan

Sidang Paripurna DPRD Kota Yogyakarta Dinilai Tak Sesuai Mekanisme, Fraksi PKS Pilih Walk Out

Umbulharjo, (jogja.sorot.co)--Fraksi PKS DPRD Kota Yogyakarta melakukan aksi walk out saat pembahasan sidang paripurna. Aksi itu dilakukan karena Fraksi PKS merasa persidangan berjalan tidak sesuai mekanisme.

Dari pantauan di lapangan, saat sidang paripurna DPRD Kota Yogyakarta baru dibuka, Fraksi PKS mengiterupsi sidang dengan menanyakan alasan Pemkot Yogyakarta yang kehadirannya diwakili Wawali, Heroe Poerwadi tentang pencabutan usulan Raperda mengenai pembentukan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS).

Menanggapi interupsi yang diajukan Fraksi PKS, pimpinan sidang paripurna Danang Rudiatmoko menyatakan pandangan Fraksi PKS akan dijadikan catatan oleh Sekertaris Dewan yang mengikuti sidang tersebut.

Akan dijadikan catatan oleh Sekwan dan akan kami berikan ruang pembahasan tersendiri mengenai pandangan ini,” ujar Danang Rudiatmoko dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Yogyakarta, Senin (13/09/2021).

Menanggapi pernyataan pimpinan sidang, Fraksi PKS mengajukan pelaksanaan voting mengenai dilanjutkan atau tidaknya pembahasan BPRS dalam sidang paripurna. Mengakomodir asprisasi anggota dewan, Danang meminta anggota dewan yang menyetujui pembahasan dilanjutkan untuk berdiri. 

Dari pantauan dilapangan, anggota DPRD Kota Yogyakarta yang berdiri ada 3 orang dari Fraksi PDIP. Melihat itu, pimpinan sidang justru mengetuk palu sidang sebagai tanda DPRD Kota Yogyakarta menyetujui melanjutkan sidang paripurna.

Setelah palu sidang diketuk, Ketua Fraksi PKS, Bambang Anjar Jalurmurti menyatakan pimpinan sidang tidak melaksanakan mekanisme persidangan.

Yang berdiri hanya 3 orang dari 32 anggota DPRD yang mengikuti sidang ini, tapi pimpinan sidang langsung ketuk palu. Dengan ini kami dari Fraksi PKS menyatakan keluar dari persidangan ini,” ujar Bambang.

Setelah pernyataan Bambang disampaikan, Seluruh anggota Fraksi PKS berdiri dan meninggalkan ruangan sidang DPRD Kota Yogyakarta.