Berkunjung ke Jogja, Nadiem Makarim Nyatakan Pembelajaran Tatap Muka Akan Dimulai
Pendidikan

Berkunjung ke Jogja, Nadiem Makarim Nyatakan Pembelajaran Tatap Muka Akan Dimulai

Danurejan, (jogja.sorot.co)--Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim melakukan kunjungan di kantor Gubernur DI Yogyakarta. Dalam kunjungannya, Nadiem menyatakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan dimulai dalam waktu dekat ini.

Nadiem menyampaikan, hingga saat ini Yogyakarta masih menjadi pioner pendidikan di Indonesia. Menghadapi pandemi ini pun, pelaksanaan pendidikan secara daring di Yogyakarya juga menjadi acuan bagi di daerah lain.

Nadiem menyadari, pelaksanaan pendidikan secara daring selama ini berdampak ke semua pendidik, anak didik dan orang tua peserta didik. Namun demikian, ia meminta segenap masyarakat bersabar. Ia menyatakan sudah membahas hal tersebut Gubernur DIY yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY mengenai teknis pelaksanaan uji coba PTM di Yogyakarta.

Tadi kami sudah bahas teknis persiapan pelaksanaan PTM di Jogja. Selanjutnya akan dilaksanakan oleh dinas terkait dan akan dimotoring oleh Gubernur langsung,” ujar Nadiem Makarim di Kompleks Kepatihan, Selasa (14/09/2021).

Menurut pendiri Gojek itu, uji coba PTM yang akan dilaksanakan nanti akan membatasi peserta didik dalam sebuah kelas. Untuk SD-SMP-SMA akan dibatasi sejumlah 15-18 siswa perkelas. Untuk PAUD atau Daycare atau Kelompok Bermain dibatasi 5 orang setiap kelas atau sesi pertemuannya. 

Selain itu, untuk kantin dan koperasi serta kegiatan ekstra kulikuler ditiadakan dulu. Untuk karyawan dan guru yang sudah melakukan vaksin di setiap sekolah sekurang-kurangnya 99 persen.

Jika pelaksanaan kesiapan PTM seperti vaksinasi tenaga pendidik dan pengaturan waktu dan ruang pembelajaran sudah dilakukan, saya kira PTM sudah bisa dilakukan. Kami akan melakukan monitoring pelaksanaan dan perkembangannya,” tambah Nadiem.

Mengenai operasional sekolah yang terdampak dan akan melaksanakan PTM, Nadim mempersilahkan penggunaan dana BOS sepenuhnya untuk persiapan penyelenggaran pendidikan yang tetap sehat saat pandemi ini.