Cegah Covid-19, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Tim Pantau PTM di Sekolah
Pendidikan

Cegah Covid-19, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Tim Pantau PTM di Sekolah

Umbulharjo, (jogja.sorot.co) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menerjunkan tim untuk memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% di seluruh sekolah. Protokol kesehatan saat PTM di sekolah menjadi perhatian yang harus dilaksanakan semua warga sekolah. Hal itu untuk mengantisipasi potensi penularan Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori mengatakan pemantauan PTM di sekolah ini untuk mengetahui apakah sudah memenuhi ketentuan prokes guna mengantisipasi kemungkinan penularan Covid-19. Di antaranya potensi kerumunan dan waktu antar jemput murid.

Pelaksanaan PTM itu kami evaluasi. Jika berjalan dengan baik selama dua minggu kami akan melaksanakan PTM seratus persen. Tapi itu juga ditentukan oleh faktor perkembangan Covid-19 di DIY,” jelasnya saat memantau kegiatan PTM di MTSN 1 Yogyakarta, Senin (10/1/2022).

Untuk itu mengingatkan para murid tetap menjalankan protokol kesehatan saat PTM di sekolah. 

Pakai masker jangan dilepas dan jaga jarak. Prokes adalah benteng aman agar terhindar dari Covid-19,” paparnya.

Para murid juga diimbau untuk tetap belajar rajin meskipun dalam situasi sulit pandemi agar tidak ketinggalan untuk meningkatkan kualitas dan prestasi yang optimal. Dalam PTM menuju 100 persen ditargetkan capaian kegiatan belajar mengajar juga bisa mencapai menuju 100 persen materi.

Budi menjelaskan kegiatan PTM pada semester genap tahun 2021/2022 di Kota Yogyakarta telah dimulai pada Senin (3/1/2022) dalam rangka melaksanakan aturan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri terkait PTM. Pemkot Yogyakarta mengambil kebijakan menerapkan kapasitas sekitar 2/3 atau 66 persen dahulu dan dalam proses menuju 100 persen.

Semua sekolah di Kota Yogya sudah melaksanakan PTM. Memang ada berbagai macam variasi pelaksanaannya. Ada sistem shift bergantian. Diatur dua per tiga dulu. Misal kalau di SD dalam satu hari berarti ada dua kelas yang tidak masuk. Maksimal enam jam pelajaran dulu,” jelasnya.

Pihaknya menyatakan kegiatan pembelajaran jarak jauh atau daring sudah diminimalkan karena dalam aturan SKB 4 menteri pembelajaran jarak jauh daring itu sudah ditiadakan. Namun akan menjadi evaluasi bersama.

Kepala MTSN 1 Yogyakarta Muhammad Iriyadi mengatakan secara teknis pelaksanaan PTM mengikuti aturan yang berlaku. Mengedepankan protokol kesehatan, menyediakan sarana prasarana pendukung protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan cek suhu. Melakukan disinfeksi rutin dan kerja sama dengan puskesmas dan PMI. Untuk mencegah kerumunan saat antar jemput dibuat jeda waktu dan pembatasan area anter jemput di lapangan sekolah.

Kami coba laksanakan PTM sejak tanggal 3 Januari sampai hari ini semua siswa kondisinya sehat dan pembelajaran bisa berjalan lancar. Saat istirahat tetap di dalam ruangan kelas dan kami imbau bawa bekal makanan sendiri dari rumah. Ada petugas satgas di sekolah yang memantau dari kelas ke kelas,” terangnya.